See You Soon, Ubud

Circa 2016, saya pergi ke Bali.

Itu pertama kalinya saya ke Bali. Waktu itu saya kaget juga mendengar banyak teman saya yang kaget saya pertama kali ke Bali.

“Serius lo baru pertama kali ke Bali?”

Kayaknya aneh banget gitu buat saya yang sudah lulus kuliah, kok saya baru pertama ke Bali. Belakangan saya ketahui buat anak kelas menengah, Bali dan Jogja sudah hampir pasti jadi destinasi liburan / studi tur sekolah. Makanya mungkin asumsi umumnya, buat orang yang sekolah di Jabodetabek, pasti pernah ke Jogja atau Bali.

Padahal kan ga gitu juga. Dasar kelas menengah dan semua stereotipenya.

Eniwei.

Waktu itu saya ke sana dalam rangka tur workshop ke lima kota. Sebagai bagian dari Kitabisa, saya membuat program pelatihan digital marketing dan penggunaan sosial media khusus untuk teman-teman NGO. Bali jadi destinasi terakhir kami.

Kami berkolaborasi dengan Yayasan Puspadi Bali sebagai panitia lokal (thank you Pak Latra dkk!).

Workshop Let’s Get Social untuk NGO di Bali

Selesai workshop dua hari di Denpasar, saya waktu itu memutuskan lanjut berlibur beberapa hari di Ubud.

And that was one of the best decision ever.

Ubud sebagus itu buat saya. Terus terang saya anaknya lebih suka gunung daripada pantai, jadi Ubud sangat menyenangkan buat saya. Saya mencari penginapan di Airbnb dan ketemu Villa Indah Ubud.

It was beautiful. Super beautiful.

Villa Ubud Indah, foto dari Airbnb

Villanya sangat menyenangkan. Satu komplek terdiri dari banyak private house, dan tiap private house punya balkon menghadap langsung ke pemandangan sawah yang biasa ada di foto-foto di google dengan keyword “Ubud”.

Diselimuti udara yang menyegarkan, saya sangat menikmati tiduran sambil memandangi kehijauan di depan.

Sisanya saya berkunjung ke tempat-tempat wisata; kafe di tengah sawah yang saya lupa namanya, Ubud Monkey Forest, dan Hubud coworking space. Tentang Hubud, saya pernah ceritakan di sini.

Kafe di tengah sawah yang saya lupa namanya

Intinya sih, saya kangen Ubud. Ubud masuk jajaran kota favorit saya, setara Bandung dan Malang. Buat saya Ubud semacam Bandung tapi Bali. Sama seperti Malang, Bandung tapi Jawa. Deskripsi yang aneh memang, haha.

But I’ll like to remember it that way.

See you soon, Ubud.

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.