Growth Mindset vs Fixed Mindset

Ini saya twit beberapa waktu lalu karena terpicu obrolan soal alumni UI yang minta gaji 8 juta itu.

Menarik untuk dibahas. Bukan soal gajinya sih, tapi soal self worth / self value.

Di dunia profesional, apalagi di jaman sekarang, penting dicatat kalau ijazah dan status alumni kampus tertentu seringkali tidak lagi relevan.

Ketika proses recruitment misalnya. Status alumni UI/UGM/ITB hanya sekadar sebuah info, ya cupstau aja gitu. Yang langsung dilihat dan jadi penentu berikutnya adalah, apakah kita punya skill, portofolio, dan pengalaman yang relevan.

Kalau kita punya tiga hal tadi, tidak penting kita lulusan mana. Bahkan tidak penting kita lulus atau tidak, atau bahkan kuliah atau tidak.

Tiga hal tadi juga yang akan menentukan self worth kita, atau berapa gaji yang layak kita terima. Selama kita punya growth mindset: mengambil kesempatan, berani mencoba, dan belajar dari tantangan, maka self worth kita akan terus meningkat dengan sendirinya.

Jadi jangan berhenti karena apa yang kita punya sekarang (fixed mindset), tapi fokus pada apa yang bisa kita pelajari dan kembangkan (growth mindset).

Ibarat Luffy dan anggota bajak laut Topi Jerami, semakin tinggi tantangan dan musuh yang kita kalahkan, semakin tinggi harga yang dipasang untuk membayar kita.

Hidup Mugiwara!

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.