Dimulai Dari Episode 100.

Karena saya sangat ekstrovert, memang sangat terasa ngobrol sama orang yang satu frekuensi itu bikin energi saya bertambah.

Kemarin (8/1) saya catchup dengan teman-teman podcaster, Andri Randy dan Arfi. Andri teman saya dari SMP, sekarang dia lebih dikenal sebagai host Podcast Retropus – sebuah podcast tentang sepak bola yang dibawakan secara komedi. Tapi karena dia juga menggawangi jaringan podcast Box2Box, dia juga ngehost di banyak podcast lain: Unqalified bareng Gustika Jusuf, CeritAnya bareng Anye Geraldine (nah ini), dan kadang sering nongol di podcast network Box2Box lainnya. Kayaknya saya lihat beberapa kali candaan followersnya kalo Andri sekarang ini macam Raffi Ahmad nya podcast. Ada aja dimana-mana.

Arfi juga pemain podcast dari lama yang saya respect, karena bahasannya yang niche dan spesifik: soal teknologi. Pernah ngobrol juga di salah satu episode Subjective. Sekarang, Arfi bikin podcast network juga: NPC Podcast Network. Networknya juga menurut gue berkarakter, karena host mereka diisi sederetan geek dan pop culture enthusiast. Beberapa podcastnya seperti Geekinout, AADG (Ada Apa Dengan Gaming), dan Dummy Podcast.

Saya yang ngajak mereka ketemuan karena pengen gali insight lagi aja tentang perkembangan podcast saat ini. Saya sendiri lagi pause sebentar podcastnya karena sekarang sudah 99 episode, dan jadi momentum yang pas buat saya memikirkan ulang podcast ini mau dibawa ke mana. Episode 100 nanti akan saya keluarkan kalau saya sudah yakin dengan hal baru yang akan dibawa di Podcast Subjective.

Di pertemuan kemarin, saya curhat “sebenarnya gue agak bingung, ini podcast mau dibawa ke mana ya jangka panjangnya”. Yang ga saya sangka, si Randy ternyata punya keresahan yang sama. “Lah gue juga mikir hal yang sama”. Haha kirain saya doang yang berpikiran demikian, dan akhirnya kita saling tukar pikiran.

Kalau sudah berkarya cukup lama, memang pasti akan mulai kepikiran ini mau dibawa ke mana ya. Ga naif sih, karena memang di awal mungkin murni untuk berekspresi dan bersenang-senang. Tapi setelah jalanin sekian lama, perlu lebih dari ini wadah gue berekspresi atau gue hanya ingin bersenang-senang. Butuh misi lebih besar yang ingin dikejar, supaya kita sebagai pekarya bisa terus ngegas juga.

2020 ini, Podcast Subjective umurnya udah 5 tahun. Masih muda sih, tapi waktu yang sudah cukup lama untuk saya sudah melewati banyak hal dari pertama kali saya buat. Perubahan mindset, sudut pandang, kematangan, kedewasaan, prioritas. Jadi saya rasa sekarang waktu yang tepat juga untuk rethinking kembali podcast ini selanjutnya mau dibawa kemana.

Target saya sih dapat jawabannya di Januari ini.

Nanti kalo udah ada jawabannya, Podcast Subjective akan mulai mengudara lagi.

Dimulai dari episode 100.

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.