Yang Merasa Tolong Dibawa

Selesai subuh, duduk di meja kerja.

Buka jendela. Langit masih gelap. Angin semilir masuk.

Mendengarkan Payung Teduh, Mari Bercerita.

Mata tiba-tiba berair.

Dada tiba-tiba sesak.

Ternyata gue rindu pagi-pagi sepi. Sendiri.

Aneh, tapi iya, terasa.

Malam-malam panjang tanpa tujuan.
Pagi-pagi sepi tanpa ambisi.
Siang-siang ramai untuk bersenang-senang.
Dan sore-sore tenang yang bergerak lamban.

Gue rindu ketika dunia bergerak pelan-pelan.

Rasa rindu ini, nyata tapi entah harus diarahkan ke siapa. Atau apa.

Untuk penasaran yang tidak habis, lalu mulai mengikis?

Atau untuk gerak detik yang berkhianat, meski dulu kita sudah janji, ga akan lari cepat-cepat?

Gue titip rindu ini ke langit.

Yang merasa tolong dibawa


Pondok Pinang, 15 Mei 2020

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.