Membaca Buku Lama

Kalo dipikir-pikir, membaca buku itu momen ajaib.

Saya baru sadar belakangan kalau tiap kali saya membaca ulang buku yang sama, saya selalu dapat sesuatu yang berbeda.

“The mark of a good book is it changes every time you read it”, kata Anderson Cooper.

Sebuah buku bagus akan selalu terasa berbeda ketika dibaca kesekian kalinya.

Belakangan karena diam di rumah, jika sedang idle saya mengambil salah satu koleksi buku lama di lemari saya secara random. Lalu membacanya ulang.

Kadang hanya satu bab. Kadang hanya beberapa halaman. Kadang hanya membuka daftar isinya.

Tapi ajaibnya, momennya selalu berbeda. Ketika membaca kalimatnya, saya merasa familiar. Tapi letupan yang dihasilkannya berbeda. Kalimat yang dihighlight otak saya juga berbeda.

Kadang hingga suka nyeletuk sendiri, perasaan saya udah tahu ada kalimat ini. Tapi kenapa baru terasa sekarang ya maknanya.

Membaca buku lama jadi semacam pergi ke Bandung. Atau Jogja. Sudah tau indahnya, sudah banyak kenangannya. Tapi tiap kali berkunjung, ada saja yang berbeda.

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.