Bersatu, Bukan Menjadi Satu

Bagian tersulit dari toleransi adalah memahami.

Tidak banyak orang yang mau mengorbankan waktu dan tenaganya untuk bersikap tenang, berhenti sejenak, dan berusaha memahami. Kebanyakan kita merasa sudah paling benar, tak mau diganggu gugat pendapatnya, dan ya sudahlah. Pokoknya kalau kita berbeda, tidak akan pernah ada cinta diantara kita.

Padahal tidak ada satu orang pun di dunia ini yang sama.

Dan cinta tidak selalu datang dari kesamaan. Ia bisa datang dari perbedaan.

Jika bertemu perbedaan, cobalah untuk memahami. Berbeda itu hal biasa, kita tidak harus berpikiran sama dan setuju. Tapi dengan memahami, kita bisa saling peduli dan menghormati. Saling mengisi dan mengoreksi.

Jika waktunya tiba, saya sering diingatkan sholat oleh teman saya yang Kristen. Di sisi yang lain, saya tidak akan mengajaknya bermain di hari Minggu, karena saya tahu itu waktunya dia melakukan ibadah kebaktian.

Kita saling memahami dan tak membiarkan perbedaan menjadi benci yang memisahkan.

Karena kita hanya perlu bersatu. Bukan menjadi satu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *