Cara Menjadi Kreatif? Dengan Mencuri Dari Yang Lain

Mencuri tidak selamanya terlarang. Dalam dunia kreatif, mencuri justru adalah hal yang setiap hari dilakukan oleh para seniman, meskipun masih banyak yang gengsi dan tidak mau mengakui bahwa semua proses karya mereka adalah hasil mencuri.

Tentu saja mencuri di sini punya penafsiran khusus yang akan kita bahas di tulisan ini.

Pembahasan mengenai kreativitas ini berawal dari sebuah pertanyaan yang masuk di inbox saya, menanyakan bagaimana caranya menjadi kreatif?


Saya tidak ingat kapan, tetapi sejak lama saya selalu terpesona dengan kata kreatif. Bagi saya, kreatif adalah satu-satunya kata yang menjadi persamaan antara Picasso, Newton, dan Soekarno. Kreatif adalah milik seniman, saintis, politisi, dan milik semua orang. Menjadi kreatif bukanlah mukjizat yang hanya dimiliki segelintir orang, tapi kemampuan yang bisa dilatih.

Austin Kleon, penulis yang menggambarkan dirinya sebagai the writer who draws, menulis buku berjudul Steal Like An Artist, yang bercerita tentang proses kreatif dalam berkarya. Metode kreatif yang diceritakan adalah bagaimana caranya menjadi kreatif dengan mencuri layaknya seorang seniman. Buku yang pertama kali saya baca di tahun 2012 ini menjadi salah satu buku pedoman yang direkomendasikan dalam dunia kreatif. Bahkan @maswaditya menuliskan buku ini sebagai salah satu referensinya dalam menulis buku Sila Ke-6: Kreatif Sampai Mati.

Mari membahas beberapa poin penting dalam buku ini yang menjawab bagaimana caranya menjadi kreatif:

Tidak Ada Ide Yang Orisinal

image

Yap, you read it right. Jika yang dimaksud dengan orisinal adalah benar-benar baru dan tidak ada yang pernah memikirkannya, maka percayalah tidak ada yang benar-benar orisinal. Peradaban manusia sudah berumur lebih dari 10.000 tahun, dan saat ini populasi manusia sudah menembus angka 7 Milyar. Ide yang kita pikirkan saat ini, hampir dipastikan sudah pernah dipikirkan (atau bahkan sudah dikerjakan) oleh orang lain di muka bumi ini.

Jadi memiliki ide yang sama dengan orang lain bukanlah hal yang memalukan. Bahkan jika kita kembali ke sifat asli manusia, dapat terlihat jelas bahwa kita selalu belajar apapun dengan meniru.

Cara belajar kita dengan meniru adalah salah satu kunci penting dalam proses kreatif.

Copy, Copy, Copy

image

Banyak orang yang tidak berani berkarya, lalu merasa tidak bisa kreatif, hanya karena tidak berani meniru dari yang lain. 

Ini adalah poin penting yang terkait dengan poin pertama tadi: tidak pernah ada manusia yang terlahir langsung bisa berkarya dengan style dan orisinalitasnya sendiri. Sejak pertama kali lahir ke bumi, manusia selalu mulai belajar dengan meniru. Begitu juga dalam berkarya dan menjadi kreatif. Dalam bahasa industri, kita mengenalnya sebaga inspirasi. 

Yohji Yamamoto mengatakannya dengan jelas bahwa mulailah belajar dengan mencari inspirasi, meniru dari alam maupun orang lain. Teruslah berkarya dengan meniru, copy, copy, copy, jangan pernah berhenti, karena pada akhirnya kita akan menemukan gaya dan orisinalitas kita sendiri.

Garbage In = Garbage Out

image

Dalam dunia kreatif, sumber inspirasi adalah faktor utama. Sebagai makhluk yang belajar dari meniru, memilih siapa yang kita tiru adalah kunci pertama yang menentukan karya yang kita hasilkan. 

Jangan berharap bisa menelurkan karya hebat jika kita tidak pernah menyerap inspirasi dari karya hebat lainnya. Jangan berpikir bisa menghasilkan tulisan yang menginspirasi kalau kita tidak suka membaca buku. Jangan mimpi bisa menciptakan rangkaian nada yang asik didengar kalau kita jarang mendengarkan musik. 

Austin Kleon menyebut hukum ini sebagai Garbage In = Garbage Out.

Output selalu tergantung dari inputnya. Jika kita mengonsumsi sampah pada proses input, maka sampah juga yang akan keluar pada proses output. Begitu pula sebaliknya, jika kita ingin mengeluarkan emas pada proses output, maka emas lah yang harus kita konsumsi pada proses input.

Maka hal penting yang harus dilakukan: kurasi dengan baik sumber inspirasi yang ingin kita tiru, karena mereka akan menjadi sumber kreatif kita dalam berkarya.

Everything Is A Remix, So Steal Like An Artist

image

Ini adalah poin terpenting dari semua proses kreatif dengan mencuri: Mencuri berbeda dengan meniru. Copying is different from Stealing.

Copying berarti meniru, menjiplak, mencontek habis-habisan suatu karya dan menamakannya sebagai karya kita sendiri.

Seperti yang saya bilang sebelumnya, meniru adalah bagian dari proses belajar. Kita harus meniru untuk belajar, tetapi jika seluruh hasil tiruan itu kita namakan sebagai karya, maka kategorinya sudah masuk dosa. Haram hukumnya.

Adapun mencuri – seperti yang Kleon tulis – adalah mengambil inspirasi dari karya lain dan menjadikannya bagian karya kita, bukan seluruhnya. Ilustrasi mudah untuk menggambarkan proses ini adalah melihat bagaimana genetika bekerja. Gen anak adalah hasil kombinasi gen Ibu + gen Ayah. Proses mencuri sama seperti bagaimana anak mengambil sebagian gen dari ibu, mencuri sebagian gen dari ayah, dan menghasilkan gen yang berbeda dari mereka tapi merupakan gabungan dari keduanya.

Berkarya secara kreatif artinya memiliki berbagai sumber inspirasi, mencurinya satu per satu, dan mengombinasikannya menjadi karya baru.

“Everything is a remix”, tulis Kleon. “So steal like an artist


Seniman sejati belajar dengan meniru, membuka dirinya pada banyak inspirasi, mencurinya satu per satu, dan mengombinasikannya menjadi karya.

image

Salam kreatif!

 

2 thoughts on “Cara Menjadi Kreatif? Dengan Mencuri Dari Yang Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *