Growth Mindset vs Fixed Mindset

Ini saya twit beberapa waktu lalu karena terpicu obrolan soal alumni UI yang minta gaji 8 juta itu.

Menarik untuk dibahas. Bukan soal gajinya sih, tapi soal self worth / self value.

Lanjutkan membaca Growth Mindset vs Fixed Mindset

Bridal Shower dan Budaya Tidak Penting Lainnya

Di zaman ini, hal tidak penting seperti gengsi berpotensi menjadi penting karena instagram.

Dalam pernikahan misalnya, salah satu budaya yang mulai ramai dilakukan adalah Bridal shower. Pesta pemberian hadiah untuk calon pengantin wanita yang biasanya dilakukan oleh teman-teman terdekat. Pesta ini dilakukan dengan dekor balon dan signage bertuliskan nama si calon pengantin atau kata mutiara tentang cinta. Lalu tak lupa di akhir acara, wajib foto bersama dan diupload di instagram untuk memberi tahu dunia.

Lanjutkan membaca Bridal Shower dan Budaya Tidak Penting Lainnya

Semesta Adisatria Indonesia

Sebagai fans berat Marvel, saya kegirangan menyambut kedatangan Bumilangit Cinematic Universe.

Gokil sih Indonesia akan punya seri superhero buatan karya sendiri, atau yang dalam bahasa Bumilangit: Adisatria. Dan apalagi, universe nya hero Bumilangit ini semuanya punya cerita yang berakar ke budaya atau konteks Indonesia.

Lanjutkan membaca Semesta Adisatria Indonesia

Words of Life

Saya dan Akmal punya satu kesamaan: kami tumbuh besar dengan buku-buku sains dan ensiklopedia.

Waktu kecil, buku pertama yang saya ingat saya baca adalah ensiklopedia dinosaurus. Saya masih ingat betul perasaan menyenangkan di dada dan letupan-letupan pengetahuan di otak saya saat membacanya.

Mengetahui ada monster-monster raksasa yang hidup di tanah yang sama di tempat saya berdiri jutaan tahun lalu, kepala saya meledak dan hati saya berdebar-debar.

Lanjutkan membaca Words of Life

Silakan Dicoba Sendiri

Bersyukur pagi ini bisa bangun enak setelah tidur nyenyak.

Bersyukur bisa keluar halaman dan menghirup udara segar.

Bersyukur bisa sarapan enak, lengkap dari roti sampai buah.

Bersyukur bisa motoran santai menyusuri Bandung dari atas sampai kota.

Bersyukur bisa mampir dan makan batagor Riri. Lumayan pricy, meski masih kalah sama Kingsley, tetap layak masuk daftar rekomendasi.

Bersyukur bisa main ke gramedia dan pulang dengan beberapa buku.

Bersyukur bisa nonton Hobbs and Shaw yang menunjukkan kalau akan ada lanjutannya. Harap maklum, saya penggemar buta Fast and Furious series. Kalau ada sampe Fast20 pun akan saya terus kejar.

Bersyukur bisa menutup malam dengan makan bubur ayam Bejo di Kosambi dan dilengkapi susu murni.

Bersyukur bisa melewati seharian ini berdua sama istri.

Bersyukur setelah mikir 15 menit, akhirnya bisa memutuskan untuk menulis hal-hal yang disyukuri saja di hari ini.

Alhamdulillah, terapi yang menyenangkan. Selalu banyak yang bisa disyukuri setiap hari.

Tidak pernah sulit. Silakan dicoba sendiri.

Tiga Kunci Membangun Disiplin atau Kebiasaan Baru

Pagi ini saya baru sadar: saya belum menulis kemarin.

Sial, padahal sudah diniatkan kemarin. Excuse saya kali ini: saya lagi liburan. Jadi habit hariannya tidak berpola, jadi sulit menentukan waktu kapan saya menulis.

Memang itu excuse saja sih, harusnya bisa saya atasi. Tapi memang membangun kebiasaan dan disiplin itu butuh pola agar lebih mudah tercipta. Mari saya jelaskan singkat teori membangun habit atau disiplin.

Lanjutkan membaca Tiga Kunci Membangun Disiplin atau Kebiasaan Baru

Kita Siap-Siap Bareng Ya

Saya sudah tiduran di kasur waktu saya baru sadar: saya belum nulis hari ini.

Saya ambil hape saya lagi, dan mulai menulis ini.

Hari ini saya mulai cuti. Tidak lama sih, cuma lima hari. Meski kalau dipikir lagi, lima hari itu lumayan panjang. Seminggu penuh saya absen dari kantor, apalagi buat saya yang jarang cuti. Ini saja masih tetap standby lihat slack dan whatsapp, kali kali ada perlu. Meski saya berusaha keras buat yaudah, saya mau cuti.

Lanjutkan membaca Kita Siap-Siap Bareng Ya