Melatih Kreativitas Dengan Wreck This Journal Saya sudah cukup lama ingin sharing tentang buku ini. Waktu masih kuliah di UI, saya setiap hari nongkrong di perpustakaan dan setiap hari pula mampir ke toko buku Times (yang kemudian berubah menjadi Books & Beyond). Saya tidak pernah membeli buku karena harganya mahal (rata-rata di atas 200.000). Tapi … 

 

Ga Pake Syarat, Ga Perlu Bawa Apa-Apa

Saya sebenarnya orangnya ga bisa ngopi. Maksudnya minum kopi yang beneran kopi, misalnya kopi hitam atau yang namanya macam-macam seperti Arabica Gayo, Mochiatto, atau Latte Americano. Pokoknya yang kopi beneran kopi pahit. Kalo kopi manis semacam kopi susu ABC atau Luwak White Coffee – yang kata pecinta kopi bukan beneran kopi – saya masih bisa. … 

 

[soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/236877623″ params=”visual=true&liking=false&sharing=false&auto_play=false&show_comments=false&continuous_play=false&origin=tumblr” width=”100%” height=”540″ iframe=”true” /] Subjective Talk with Ario Pratomo (Part 2): Blogging & Menentukan Jodoh Ario Pratomo adalah seorang pebisnis kargo yang lebih dikenal sebagai Tech Blogger. Setelah mengulik pandangannya tentang entrepreneurship di part 1, saya melanjutkan obrolan dengan Ario tentang bagaimana dia bisa membentuk personal brand sebagai Tech Blogger. Personal brand … 

 

[soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/236876327″ params=”visual=true&liking=false&sharing=false&auto_play=false&show_comments=false&continuous_play=false&origin=tumblr” width=”100%” height=”540″ iframe=”true” /] Subjective Talk with Ario Pratomo (Part 1): Entrepreneurship Saya pertama kali mengenal Ario Pratomo (@sheggario) saat membaca tentang @CommaID, coworking space di bilangan Wolter Monginsidi, Jakarta. Saat itu saya sedang giat sekali belajar banyak soal desain dan industri kreatif. Bersama Rene Suhardono, Yoris Sebastian, dan beberapa pegiat kreatif … 

 

halo kak academicus. mau nanya gimana cara mempertahankan ide. saya itu sebenarnya punya ide yang sudah saya saring dari berbagai macam ide yang gemerutuk bermunculan. tapi seketika ada hal lain yang memungkinkan membuat ide lain itu lebih baik, kemudian saya goyah. saya itu kok mudah goyah ya orangnya. labil gitu? apa karena umur? (masih 21 btw). saya itu sedang ingin mencari jati diri saya, sebenarnya saya ini bisanya apa to? maunya jalan kemana to? tolong beri saran gimana caranya. thanks kak

halo @rishajasmine, salam kenal 🙂 Pertanyaan yang menarik, apalagi untuk kita yang setiap hari punya ribuan ide yang bermunculan di otak kita. Saya rasa tidak ada hubungannya dengan usia, meskipun semakin muda kita menyadari cara mengelola ide, maka semakin baik pula untuk perkembangan kita. Dulu saya punya pertanyaan yang sama, dan saya menemukan jawabannya ketika …