Kita Siap-Siap Bareng Ya

Saya sudah tiduran di kasur waktu saya baru sadar: saya belum nulis hari ini.

Saya ambil hape saya lagi, dan mulai menulis ini.

Hari ini saya mulai cuti. Tidak lama sih, cuma lima hari. Meski kalau dipikir lagi, lima hari itu lumayan panjang. Seminggu penuh saya absen dari kantor, apalagi buat saya yang jarang cuti. Ini saja masih tetap standby lihat slack dan whatsapp, kali kali ada perlu. Meski saya berusaha keras buat yaudah, saya mau cuti.

Tadi siang saya menemani istri seharian belanja di Pasar Baru. Beli ini itu persiapan menyambut anggota keluarga baru. Baru ngeh ternyata banyak juga ya kebutuhan bayi, dari baju, celana, handuk, perlak, sarung tangan, dan tetek bengek lainnya.

Dan baru ngeh juga kalau toko keperluan bayi sebanyak itu. Industri yang berhubungan dengan bayi dan menjadi orang tua pun seramai itu. Memang kita baru sadar hal di sekitar ketika ada hubungannya dengan kehidupan kita.

Tadi sebelum mulai menulis ini, istri saya ketawa dan memberi kode untuk memegang perutnya. Saya pegang perutnya yang sudah membesar, dan di situ perutnya bergoyang. Saya tertawa, si junior sedang bergerak-gerak di dalam. Dari hasil USG, di situ pantatnya. Mungkin dia sedang bergoyang.

Sampai saat ini, saya masih setengah sadar dan belum terbayang; sebentar lagi saya akan menjadi ayah. Akan ada seorang anak yang lahir dari istri saya dan kita akan menjadi orang tua.

Masih aneh rasanya: senang, terharu, ragu, dan takut jadi satu. Tidak lama lagi waktunya, saya akan masuk ke fase kehidupan yang baru. Punya tanggung jawab baru.

Bismillah. Sebulan lagi nak, kita siap-siap bareng ya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *