Menulis Tangan

Dibanding menulis dengan keyboard (baik di laptop atau di handphone), saya lebih suka menulis tangan.


Belakangan ini, saya intenskan kembali. Memang menyenangkan sekali mencari kombinasi antara menulis “analog” dengan menulis “digital”.

Selalu ada sensasi yang berbeda dari menulis menggunakan tangan.

Mendengar suara goresan spidol di kertas.
Mencium bau tinta yang menyeruak masuk ke hidung.
Merasakan basahnya kertas yang baru ditulis.


Menyenangkan sekali.

Rasanya hidup lebih berwarna. Lebih seperti bermain, ketimbang menulis / membuat karya.

Gue jadi sedang rutin menulis analog dengan tiga metode.

1. Menulis biasa di kertas biasa. Ya menulis aja di diary.
2. Menulis Zine.
3. Newspaper blackout. Mengkurasi kata-kata yang ada di koran/majalah, lalu menyensor sisanya.

Poin 2 dan 3 saya “curi” dari Austin Kleon. Dan ternyata menyenangkan sekali.

Saya juga bikin tutorialnya di Youtube.

Kalian harus banget coba. Kreativitas seperti lebih mengalir, kepuasan berkarya seperti lebih terasa, dan kebahagiannya lebih terpancar.

I could be bias tho, but you definitely should try it out.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.