Nongkrong Kreator Dengan Kominfo Soal Blokir Tumblr

‘Tumblr kembali diblokir (6/3). Yang kedua kali setelah sebelumnya Tumblr juga sempat diblokir Kominfo di tahun 2017.

Sebagai blogger Tumblr sejak 2010, saya kembali protes.

 

Tumblr Diblokir Lagi Ini tampilan Tumblr saya di App hari ini Tumblr ga bisa dibuka lagi. Kemenkominfo kembali dengan alasannya: pornografi Kalo teman-teman buka academicus.tumblr.com atau tumblr siapapun, akan keluar tulisan SITUS TERLARANG Saya merasa jadi seperti tukang jualan video bokep Salah kita apa? Sebenarnya gampang banget kalo kemenkominfo mau effort dikit aja dan lihat anak muda Indonesia ngapain di Tumblr Baca buku kami. Ahad kemarin saya teman2 penulis Tumblr @prawitamutia @kurniawan_gunadi @svatria @novieocktavia baru buka preorder #Bertumbuh, itu semua dari tulisan kami di Tumblr. Sebelumnya juga udah banyak banget yang ngeluarin buku dari tumblr: @choqi_isyraqi, @urfaqurrotaainy, @kuntawiaji, dan masih banyak lagi Tumblr itu tempat banyak penulis dan kreator menyimpan dan membangun karyanya Kalo kemenkominfo mau niat kerja lebih, dikiiit aja, bakal ketahuan kok, gampang banget nemu apa dampak Tumblr buat anak muda Indonesia Tapi kalo kemenkominfo cuma ngejar KPI "di tahun 2018, kami telah memblokir X situs pornografi", ya mau gimana. Kalo cuma selalu ngambil kebijakan yang paling mudah, ya society kita juga ga akan kemana mana Dan lo yang ga main Tumblr mungkin berpikir, "ah yaudah ga ada ruginya buat gua", lo salah besar. Karena hari ini Tumblr yang kena, besok besok platform tempat lo juga bisa kena dengan dalih yang sama

A post shared by Iqbal Hariadi (@iqbalhape) on

Dari sana, saya juga mencari bagaimana caranya untuk bisa berkomunikasi langsung dengan Kominfo. Hingga akhirnya ada titik terang ketika saya bisa terkoneksi dengan mas Dennis Adishwara.

Berawal dari cuitan mas @dennisadhiswara di twitter, saya diajak ikutan diskusi langsung dengan kominfo untuk menyuarakan soal Tumblr.

Dari sana, kita lanjut kontak via DM dan beberapa pekan kemudian saya mendapatkan undangan untuk ikutan acara Nongkrong Kreator. Saya sangat kekeuh untuk datang dan berdiskusi langsung dengan Kominfo, apalagi jika bisa berdiskusi langsung dengan Pak Menteri.

Senin (9/4), saya dan @taufikauliaa datang ke Cyber Tower dan ikut acara Nongkrong Kreator yang diadakan @siberkreasi ini.

Awalnya saya kaget karena ternyata acara ini adalah diskusi terbatas. Dan hampir semua peserta yang diundang adalah teman-teman Youtuber. Ada Edho Zell, Benakribo, Cameo Project, Eno Bening, dan beberapa Youtuber lain.

Hadir dalam diskusi ini perwakilan dari Bekraf, Komisi Penyiaran Indonesia, dan tentu saja Kominfo. Diwakili oleh Pak Semuel Abrijani Pangerapan (Dirjen Aptika) dan belakang hadir pula Pak Menteri Rudiantara.

Di sesi tanya jawab, saya langsung mengambil kesempatan untuk berbicara dan menyuarakan 3 hal penting:

  1. Kreator Tumblr di Indonesia sejak dulu sangat sejalan dengan misi Kominfo untuk menekan konten negatif dengan menciptakan konten positif.
  2. Konten Tumblr Indonesia itu positif sekali. Berbeda dengan stigma yang muncul karena pemblokiran, mayoritas konten di Tumblr justru diisi dengan konten literasi. Justru banyak banget user Indonesia yang baru tau di Tumblr ada pornografi setelah diblokir ini.
  3. Ada sangat banyak karya kreatif yang muncul dan lahir dari Tumblr. Ada banyak penulis yang menempatkan tulisannya di Tumblr. Saya kasih bukti langsung, diantaranya buku #Bertumbuh dan #BersyukurTanpaTapi dari @taufikauliaa yang kami berikan langsung kepada Pak Menteri.

Pak Menteri dan Pak Samuel (Dirjen Aptika) menyambut positif.

Mereka juga menyampaikan beberapa respon & update:

  1. Saat ini kominfo sedang dalam diskusi dengan tim Lawyer Tumblr untuk mencari titik temu agar Tumblr bisa dibuka kembali. Sedang ada diskusi agar pihak Tumblr bisa mengikuti peraturan di Indonesia, terutama terkait konten pornografi.
  2. Kominfo terbuka untuk membuka komunikasi dan melibatkan komunitas Tumblr dalam proses selanjutnya.

Saya dan Taufik akan terus berkomunikasi dengan kominfo dan coba memberi masukan agar Tumblr segera dibuka kembali. Segala update akan terus kami kabarkan ke teman-teman Tumblr.

Semoga diskusi ini jadi sinyal baik dari Kominfo untuk terus membuka komunikasi dengan publik.

Tidak hanya Tumblr, tapi juga platform lain agar lebih banyak kreator yang bisa berkarya maksimal untuk Indonesia

 

 

Senin malam (9/4), sekitar 60 kreator konten Indonesia, baik dari komunitas YouTuber, Instagram, hingga pengguna Tumblr berkumpul di Connext Space Hub, Gedung Cyber 2, Jakarta untuk mendiskusikan berbagai hal tentang dunia digital. Diskusi santai ini mengangkat tema Isu-Isu Dunia Digital Terkini dan Masa Depan Konten Kreator dan menghadirkan keynote speaker Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika RI), Yuliandre Darwis (Ketua @kpipusat ), Dirjen APTIKA @kemenkominfo Semuel A. Pengerapan, Hari Santosa Sungkari (Deputi Infrastruktur @bekraf.go.id ) dan Helmi Yahya (Dirut @tvrinasional) Gerakan Nasional Literasi Digital, Siberkreasi berupaya untuk mendorong lebih banyak lahirnya kreator konten yang bisa menggerakkan perubahan dan kesadaran generasi muda tentang isu-isu sosial penting di masyarakat, serta mendorong penyebaran konten positif lewat kanal YouTube maupun platform digital lainnya. #siberkreasi #kontenpositif #internetproduktif #internetpositif #kreatornongkrong #indovidgram

A post shared by SiBerkreasi (@siberkreasi) on

Salam kreatif!

PS: saya juga punya rekaman audio diskusi ini, yang akan saya olah dan publish di Podcast Subjective

UPDATE TERBARU DARI KOMINFO PER 21 MEI 2018

Life Is Not Fair. And I Deal With It.

I somehow believe life is not fair.

Hidup memang tidak adil.

It’s not that I don’t believe in causality. Saya tetap percaya bahwa kerja keras akan mengalahkan talent, ketika si talent tidak bekerja keras. Saya percaya konsistensi akan mengalahkan skill, ketika skill tidak bertahan dan berjuang secara konsisten.

But believing that life is gonna be okay all the time because you do all good things are not practical.

It’s just reality.

Berapa sering saya jadinya kecewa karena saya berpikir sudah melakukan semuanya, tapi hasilnya tidak sesuai keinginan saya. Ada hal-hal di luar sana yang terjadi tanpa ada alasan, yang terjadi karena… ya terjadi saja. Sudah.

Hal-hal yang semakin dipikirkan alasannya malah semakin membuat sakit kepala karena tidak sesuai dengan ekspektasi dan skenario ideal yang ada di otak saya.

So ya, I think life is not fair. I deal with it.

Then I accept it deep in my heart, it’s okay.

It’s fine that life is not fair, so I know I should put everything in zero expectation.

I just do the hardwork, go extramile, and do my things until something will work out.

Eventually.

Pensiunkan Materi di Slideshare

Kalo kata beberapa komika, materi standup yang sudah pernah dibawakan lebih dari lima kali harus dipensiunkan.

Tujuannya supaya si komika bisa move on, dan mulai menulis materi baru.

Saya sih ga standup, cuma suka lumayan sering dikasih kesempatan berbagi cerita di beberapa acara dan event (yang sering saya imajinasikan sebagai panggung saya standup :p).

Belakangan saya baru kepikiran, ada beberapa materi yang sudah saya bawakan sampai lima kali atau lebih, dan sepertinya harus dipensiunkan.

Contohnya materi Stories about Crowdfunding, yang sudah saya bawakan sejak awal tahun 2015 untuk cerita tentang tren crowdfunding.

Atau materi tentang Social Media for Fundraising yang biasa saya share ke teman-teman pegiat sosial dari NGO atau komunitas.

Hingga materi tentang Personal Branding yang juga sudah saya bawakan berkali-kali di berbagai kesempatan, hingga ada versi Podcast dan Youtubenya.

Semua akhirnya saya pensiunkan dengan menguploadnya di Slideshare saya. Slideshare ini platform berbagi slide yang berisi banyak banget materi tentang berbagai topik yang sangat membantu dalam belajar apapun.

Kalo lo lagi nyari materi tertentu dan ingin belajar cepat, coba aja searching dulu materinya di Slideshare. Kemungkinan besar topik yang lo cari sudah ada di sana.

Itulah kenapa saya juga tertarik untuk membagikan materi slide yang sudah pernah saya buat di sana, baik yang sudah saya pensiunkan maupun yang masih suka saya gunakan. Tujuannya, biar makin banyak orang bisa menemukan resource belajar yang mungkin berguna untuk mereka.

Milennials harus tech savvy dan bisa manfaatin digital buat semua hal, termasuk berbagi sumber belajar di platform seperti Slideshare.

Gimana dengan lo? Platform apa yang biasanya lo pake buat belajar?

Let me know what you think on the comment👇👇👇

Bersyukur dan Berbahagia

Hidup itu kalo bersyukur enak banget rasanya.

Sumpah. Cobain deh.

Kok bahagianya kerasa banget; bawaannya mau senyum terus, kepala rasanya ringan dan jernih, dan bibir tuh ga henti-henti ngucap hamdalah.

Ternyata ya bahagia itu kuncinya cukup bersyukur aja.

Bersyukur karena sudah dikasih kehidupan, dikasih keluarga dan teman, dikasih akal pikiran, dikasih kesempatan. Bersyukur karena sudah dipercaya Tuhan untuk punya apa yang kita punya sekarang. Bersyukur, bersyukur, bersyukur, ternyata bahagianya bisa dalam sampai kerasa di tulang sumsum.

Call me naive, tapi kalo sulit bahagia, kemungkinan besar karena belum mempraktikan bersyukur. Belum melihat bahwa hidup ini sudah hebat sekali Tuhan kasih dengan segala fitur-fiturnya. Masih terjebak dengan perbandingan-perbandingan sama kehidupan orang lain.

Kata orang tua, jangan pernah kejar dunia, karena dunia itu ga akan ada habisnya. Punya pasangan cantik, masih banyak yang lebih cantik. Punya mobil mewah, masih banyak yang lebih bagus dan mahal. Punya jabatan ini itu, masih banyak yang lebih tinggi lagi di atasnya. Akhirnya mengejar sesuatu yang tidak ada habisnya.

Tapi kalo kita bersyukur, wah bahagia itu datang sendiri.

Sadari deh apa yang sudah kita punya sekarang; lalu pahami bahwa semua yang kita punya itu bukan datang tiba-tiba. Itu semua pemberian. Semua dari Tuhan, tapi jalurnya saja yang berbeda-beda. Ada yang melalui orang tua, keluarga, teman, bahkan orang asing yang belum pernah kita temui sebelumnya.

Jika sudah sadar bahwa semua hanya pemberian, kita akan sampai di titik kesadaran bahwa kita sebenarnya tidak pernah punya apa-apa.

Jadi apalagi alasan untuk tidak bersyukur dan berbahagia?

Line Today Tidak Penting

Hari ini, smartphone kita selalu dibanjiri notifikasi.

Pemberitahuan. Lini Masa. Informasi.

Salah satu yang sepertinya semakin marak dan terkenal, terutama di kalangan anak muda, adalah Line Today.

Berdasarkan laporan tahun 2014 saja, ada 30 Juta pengguna Line di Indonesia, yang berarti tahun ini harusnya bertumbuh jauh lebih dari itu. Saya belum menemukan laporan tahun 2016, tapi asumsi saya angkanya mungkin di kisaran 40-50 Juta pengguna. Bahkan bisa lebih.

Tahun 2016 juga disebut sebagai tahunnya Line di Indonesia: Line diketahui digunakan 3 kali lebih banyak dibandingkan dengan aplikasi messaging yang lain. 2017, bisa jadi angkanya berlipat melihat Line yang semakin gencar beriklan di TV, Youtube, dan media lain.

Kembali ke Line Today, saya jadi tertarik membahas ini karena tuntutan pekerjaan yang harus melek dengan tren digital terkini. Saya sendiri bukan pengguna aktif Line, saya menggunakan Whatsapp sebagai messaging utama, dan jarang sekali membuka Line.

Sekarang, mayoritas pengguna Line memposisikan Line Today sebagai asupan informasi dan hiburan utama di tiap hari. Line memang menyediakan Line Today sebagai kurasi berita terkini dan terhangat dari berbagai sumber berita. Menjadikannya semacam patokan agar tidak ketinggalan informasi terpenting setiap hari.

Tapi benarkah penting?

Saya tahu ini sangat subjektif, but let’s see some of this Line Today post.

Picture

Picture2

How about this?

Picture3

Foto Feby Febiola (saya bahkan lupa siapa dia), Mulan atau Maia (hello?), Rapunzel, Cobaan Raisa saat puasa, Siswi calon teroris, dan reaksi orang Korea coba makanan Indonesia.

YANG MANA YANG PENTING?

I’m not sure how to say this, but really. Saya sedih sekali kalau ada jutaan anak Indonesia yang menjadikan Line Today sebagai patokan berita terhangat dan terpenting hari ini. Karena pada akhirnya Line Today merepresentasikan sentralisasi berita yang tidak representatif untuk banyak orang. Semacam TV nasional.

Berita Jakarta menjadi berita nasional. Berita satu orang artis menjadi berita nasional. Berita tidak penting seperti orang korea coba makanan Indonesia juga jadi berita nasional. Padahal tidak semua berita penting untuk jadi berita nasional.

Tentu ada banyak hal yang bisa didiskusikan tentang hal ini. Tapi untuk saat ini, saya hanya ingin bilang bahwa mungkin kita memang harus sangat selektif dalam menerima informasi. Tidak selamanya tahu banyak informasi itu baik, bahkan mungkin kekurangan informasi jauh lebih baik.

Karena toh ternyata, Line Today saja banyak yang tidak penting.

My 7 Takeaways in Social Media Nowadays

Ini catatan random saya tentang social media yang saya tulis setelah setengah jam scrolling sana sini.

page-0

Allow me to share them with you guys, here is My 7 Takeaways On Social Media Nowadays:

1. Santai Aja.

Kalo lagi main di timeline Facebook, Instagram, Line, atau Twitter: bacanya santai aja. Ditelaah pelan-pelan, dibaca satu-satu. Selow.

2. Jangan Jadi si Jari Cepat.

Kalo lihat sesuatu, ga perlu reaktif trus langsung komen “wee anying cebongers” / “wee goblok ini harus diviralkan”. Ga semua hal harus dibagi. Ga semua hal harus dikomentari. Selow.

3. Skeptislah selalu.

Jangan gampang percaya hanya karena lihat judul. Jangan langsung retweet hanya karena ada influencer yang bilang begitu. Ragukan semua informasi, kroscek sana sini, pahami konsekuensi.

4. Yang di Sosmed itu Orang Juga.

Selalu ingat kalau lagi mau komentar/mention seseorang, yang kita ajak ngobrol itu orang juga. Punya hati, punya keluarga, punya kehidupan juga. Jangan asal jeplak kayak karet nasi uduk. Santai aja, selow.

5. Ga semua yang kejadian di sosial media itu kejadian di dunia nyata.

Yang ribut di sosmed itu seringnya ya cuma rame di situ. Pas ketemu ya biasa-biasa aja, ga kenapa kenapa. Jadi hati hati selalu meramaikan sesuatu.

6. Yang Lo Lihat Itu Cuma Permukaannya.

Twitter itu cuma 280 karakter. Instagram stories maksimal 15 detik. Don’t ever think you know the whole story. Lo ga pernah benar2 tau cerita sebenarnya dan seringnya ga punya hak juga buat komentarin sesuatu.

7. You Control Your Own Perspective.

Twitter buat lihat twitwor atau informasi, Lihat Instagram buat bikin ngiri, depresi, atau terinspirasi, balik ke diri masing-masing. Follow what you like, unfollow what you don’t.

That’s my 7 Takeaways in social media nowadays.

Gimana dengan lo? Apa takeaways penting versi lo?

3 Prinsip Saya Dalam Berkarya

Saya sering dapat pertanyaan soal tips berkarya.

Dan saya selalu menjawabnya dengan tiga prinsip dasar yang selalu saya pegang.

Prinsip pertama, first draft is always rubbish.

Setiap pekarya selalu memulai dengan karya yang sampah. Silakan cek karya penulis dan seniman favorit lo. Mereka memulai dengan karya yang kualitasnya jauh dibandingkan dengan karya yang mereka hasilkan sekarang.

Jadi, kalau lo khawatir karya pertama lo akan jelek, ga perlu khawatir karena karya lo DIJAMIN jelek. Karya pertama pasti sampah. Mengetahui dan menerima bahwa karya pertama kita akan jelek membebaskan diri kita dalam berkarya.

Prinsip kedua, bukan yang terbaik, tapi lebih baik.

Karena kita selalu memulai dengan karya yang sampah, saya selalu menanamkan pola pikir bahwa tujuan saya berkarya bukanlah untuk menghasilkan yang terbaik, tetapi untuk selalu menghasilkan yang lebih baik.

Kata Pandji, kunci dalam berkarya adalah bertumbuh.

Sederhananya: tidak apa-apa jika kita membuat sesuatu yang jelek, yang penting kita sudah memulai. Namun, besok kita harus membuat karya yang lebih baik dari hari ini.

Dengan pola pikir ini, kita tidak akan pusing karena satu-satunya yang perlu kita kalahkan adalah karya kita sebelumnya.

Prinsip ketiga: Satu Orang Saja.

Semua karya ada penikmatnya, bahkan karya- karya aneh yang mungkin bagi sebagian orang tidak masuk akal—tetap ada penikmatnya.

Jadi, prinsip saya dalam berkarya selalu sama. Saya hanya butuh satu orang, satu orang aja yang bilang senang dengan karya saya.

Cukup satu orang seperti lo yang bilang karya saya ada manfaatnya. Satu saja penikmat dan itu lebih dari cukup untuk menjadi alasan buat saya terus berkarya.

Karya apapun yang saya buat, saya yakin ga sempurna. Tapi tiga prinsip di atas bikin saya tetap yakin untuk selalu berani ngeluarin karya.

So udah siap tunjukin karya pertama lo?

Ideas Are Cheap

Ideas are cheap. So cheap.

Dulu saya sering berpikir yang bikin saya maju itu ide. Saya sering percaya diri karena saya pikir saya “orang yang banyak ide”.

Ternyata setelah saya pikir lagi, yang bikin saya maju itu bukan ide, tapi eksekusi.

Saya orang yang suka overthinking, tapi karya-karya yang saya banggakan selalu muncul dari eksekusi.

Mereka muncul dari aha moment, lalu jadi ide yang tertunda lama karena overthinking, hingga sampai bikin saya kesel sendiri dan memutuskan. “F*ck this shit. Let’s do it”.

Setelah nekat dieksekusi, baru ide-ide ini kelihatan harganya.

Ideas worth nothing unless executed. So learning how to execute is so important. It’s your priority number one. That’s the only way you can turn your ideas from nothing into diamonds.

So what ideas you wanna execute today?

Bertumbuh

Dari obrolan sekadarnya di meja resepsi, wacana berkolaborasi dari setahun lalu ini akhirnya telah lahir.

Bertumbuh adalah buku yang saya tulis bersama dengan teman-teman sepenulisan di Tumblr: Satria Maulana, Kurniawan Gunadi, Mutia Prawitasari, dan Novie Ocktavia.

Buku ini adalah kumpulan tulisan dan catatan kami berlima, berisi catatan cerita dan pengalaman bertumbuh dalam hidup dan berkarya.

#Bertumbuh – Salah satu hal tersulit yang dihadapi oleh seorang manusia adalah perubahan, baik perubahan di lingkungan, orang lain, maupun diri sendiri. Sebab, perubahan itu seringkali tidak disadari, juga tanpa persiapan. Segalanya seperti tiba-tiba saja terjadi, saat kita semua sibuk menjalani hari demi hari. Tidak ada yang tetap dan menetap. Waktu bergerak. Benih bertumbuh. Air mengalir. Hidup bergulir layaknya segala sesuatu yang kita kenal. Kebahagiaan, ketenangan, kegelisahan, keresahan, kekhawatiran, dan perasaan-perasaan, semuanya turut bertumbuh. Hari ini kita akan melatih kepekaan, melihat kembali jejak perjalanan yang telah dilewati, meneliti lagi jalan yang membentang di depan, mendengarkan ulang kata hati dan nasihat-nasihat, meraba perasaan-perasaan kita yang semakin samar. Ada begitu banyak hal berharga yang kadang terlewati begitu saja, ada kebahagiaan yang kerap kita lupa mengenalinya, dan ada kekhawatiran yang sebenarnya tidak perlu repot-repot kita bawa. Ada banyak hal yang luput tak tercatat, ada banyak hal yang terlupa karena tidak sempat kita abadikan. Akan kita ingat lagi: apa-apa yang sudah terjadi, apa-apa yang tengah kita lewati, dan apa-apa yang akan kita hadapi-dengan satu harapan, semoga semuanya menjadi rasa syukur. —- Buku #Bertumbuh akan mulai bisa dipesan 4 Maret 2018 Follow @langitlangit.yk dan haahtag #Bertumbuh untuk info berikutnya

A post shared by Iqbal Hariadi (@iqbalhape) on

Sebagian besar tulisan yang ada di buku ini adalah tulisan-tulisan yang biasa teman-teman nikmati di halaman Tumblr kami.

I can guarantee this book is uniquely tasty: lima penulis dengan sudut pandang berbeda dalam satu buku yang sama.

Pre Order pertama dibuka dari 4-14 Maret 2018.

Teman-teman bisa melakukan pemesanan dengan klik bit.ly/langitlangitykatau menghubungi admin melalui no whatsapp di postingan berikut.

Kami berlima sangat berterima kasih untuk apresiasi luar biasa dari teman-teman pembaca di seluruh Indonesia. Hingga tulisan ini diturunkan, tim admin masih terus kewalahan memenuhi pemesanan yang masih terus berdatangan.

Pre Order pertama masih dibuka hingga tanggal 14 Maret.

Semoga bisa menjadi bacaan yang bermanfaat untuk teman-teman semua.

Selamat Bertumbuh!

Don’t Break The Chain (Metode Simpel Membangun Disiplin)

Membangun disiplin itu susah-susah gampang.

Susah karena kita melawan diri sendiri.

Gampang karena… Ya sebenarnya mah gitu doang.

Bener loh. Ini yang saya temukan setelah mencoba membaca banyak referensi tentang disiplin dan membangun habit. Sebenarnya kuncinya ya gitu-gitu aja.

Simple, but never easy.

Kebanyakan solusi dari sebuah masalah itu simpel. Tapi simpel ga selalu berarti mudah, membangun disiplin salah satunya.

Berikut tiga catatan penting saya tentang proses membangun disiplin.

Pertama, membangun disiplin itu sering dianggap memberatkan, padahal disiplin itu justru membebaskan.

Misalnya kita ingin membangun habit menulis minimal satu tulisan setiap hari. Kalo kita ga pernah disiplin nulis sebelumnya, seminggu pertama pasti beraaat banget. Bingung mau nulis apa. Merasa tulisan kita sampah. Tiap nulis lima kata, dihapus lagi lima-limanya. Berat lah pokoknya.

Tapi kalo kita berhasil membangun disiplin menulis setiap hari, setelah 30 hari, kita justru akan merasa menulis itu jadi sangat gampang. Bahkan jadi ga bisa melewati hari tanpa menulis.

Pada akhirnya, membangun disiplin justru membebaskan kita dari batasan yang sebelumnya kita buat pada diri sendiri.

Kedua, ada banyak metode dan cara membangun disiplin, tapi intinya selalu sama: ya lakukan saja hal tersebut secara konsisten.

Saya akan share salah satu metode membangun disiplin yang efektif dan simpel. Namanya Don’t Break The Chain.

980x
Don’t Break The Chain calendar

Metode ini pertama kali saya pelajari dari mahaguru saya, Austin Kleon dalam bukunya Show Your Work. Idenya sendiri ternyata datang dari Jerry Seinfeld, standup comedian asal Amerika yang setiap Januari membeli kalender besar dan memasangnya di dinding.

Setiap hari, dia akan menulis joke baru dan setiap selesai menulis, dia akan mencoret tanda X merah besar pada angka tanggal hari itu di kalender.

Productivity-secret-jerry-seinfeld-dont-break-the-chain
coret X besar setiap hari

Seinfeld melakukan itu setiap hari sampai akhirnya muncul rantai X merah di kalender tersebut. Ide dari metode ini sangat simpel: Jangan sampai rantai X nya terputus. Don’t break the chain.

Metode simpel ini juga saya gunakan, and it works both as tools and motivator. Mencoret tanda X setiap selesai rasanya menyenangkan dan memberikan perasaan bangga karena saya telah menyelesaikan sesuatu hari ini. Dan melihat deretan rantai X itu membuat saya terus percaya diri, saya bisa dan sedang membangun disiplin ini.

Ketiga, goal membangun disiplin harus clear (jelas dan terukur) dan achievable (bisa dicapai, tidak muluk-muluk). Something small, everyday.

Saya selalu menuangkannya dalam satu kalimat dengan formula:

Saya akan melakukan____ Xsetiap hari/minggu/bulan.

Contohnya:

  • Saya akan menulis 200 kata setiap hari.
  • Saya akan berlari 2 KM setiap hari.
  • Saya akan merekam 1 episode Podcast setiap minggu.

Dan untuk memulai, selalu tulis goal yang ingin dituju dari aktivitas terkecil. Jangan langsung menulis goal Saya akan berlari 5 KM setiap hari sementara selama ini ga pernah lari, pasti akan berat banget. Dan sekali kita ngeskip aktivitas tersebut, akan sangat mudah untuk ngeskip juga di hari berikutnya. Yang penting kecil, tapi setiap hari.

Selalu mulai goal dengan aktivitas terkecil yang kalo lagi super sibuk pun, ga ada alasan untuk kita ngeskip hal tersebut. Balik lagi, yang terpenting adalah konsistensi.

Actionables

Buat saya, 3 poin di atas adalah catatan penting yang harus dipahami untuk mulai membangun disiplin. Tapi sekadar prinsip ga akan membawa kita ke mana-mana. Dari pengalaman saya, berikut beberapa actionables yang bisa langsung dilakukan untuk memulai:

  1. Tulis goal disiplin yang ingin dibangun dengan formula di atas. Tulis dengan tangan di kertas karena efeknya akan berbeda dari sekadar menulis di handphone.
  2. Beli kalendar. Saya menyarankan untuk menggunakan kalender cetak, yang bisa dipajang di dinding kamar atau ditempel di buku harian. Kalender cetak akan memberikan efek yang lebih menyenangkan ketika mencoret tanda X.
  3. Share goal membangun disiplin ini ke teman/keluarga/siapapun yang kita percaya. Tujuannya supaya dia tahu kita sedang melakukan hal ini dan bisa menjadi pengingat kalau kita ngeskip atau mulai males-malesan lagi.
  4. Start the Don’t Break the Chain game!

Catatan tambahan, kalo lo orang yang lebih suka digital, ada kalender digital gratis di dontbreakthechain.com yang bisa digunakan untuk mencoret X merah setiap hari.

Atau, bisa juga menggunakan Google Calendar yang punya fitur Goal. Saya juga pakai Google Calendar untuk beberapa habit. Teknis menggunakan fitur Goal di Google Calendar pernah saya bahas di Youtube saya.

Remember again, it is simple. But never easy.

Semoga membantu, selamat membangun disiplin!