Kita Siap-Siap Bareng Ya

Saya sudah tiduran di kasur waktu saya baru sadar: saya belum nulis hari ini.

Saya ambil hape saya lagi, dan mulai menulis ini.

Hari ini saya mulai cuti. Tidak lama sih, cuma lima hari. Meski kalau dipikir lagi, lima hari itu lumayan panjang. Seminggu penuh saya absen dari kantor, apalagi buat saya yang jarang cuti. Ini saja masih tetap standby lihat slack dan whatsapp, kali kali ada perlu. Meski saya berusaha keras buat yaudah, saya mau cuti.

Lanjutkan membaca Kita Siap-Siap Bareng Ya

Lanjut Main Game Lagi

Saya ga nyangka saya bisa juga kecanduan game.

Kayaknya sudah dua mingguan. Tiap hari pasti main, rata-rata kalo ditotal mungkin satu jam per harinya.

Yang terakhir ini saya lagi kecanduan Archero. Ada yang main juga ga? Kayaknya sih engga ya, asumsi saya sih ga populer, meski kalo di Google Play sih 10 juta+ download.

Nah yang menarik, user journey saya sebagai pemain game ini berawal dari game sebelumnya yang diproduksi studio berbeda. Di game sebelumnya, tiap level diselingi iklan game-game lainnya. Karena penasaran juga cara marketing mereka, tiap iklan saya klik dan pelajari.

Lanjutkan membaca Lanjut Main Game Lagi

You Are Just Early In The Process

Jika ada fase hidup terbaik untuk belajar, maka dia adalah usia 20an.

Saya membaca banyak buku dan menonton banyak video nasihat orang-orang sukses untuk anak muda di usia 20an, dan semuanya menggarisbawahi 20an sebagai fase belajar. Di fase ini, kita didorong untuk mengumpulkan tiga hal berikut sebanyak-banyaknya: pengetahuan, pengalaman, dan kegagalan.

Lanjutkan membaca You Are Just Early In The Process