Is This The Right Book?

Bagan simpel untuk menentukan apakah buku yang kita baca bagus atau tidak.

Salah satu common mistake yang sering terjadi ketika membaca adalah stuck di satu buku, berbulan-bulan tidak selesai karena tidak tertarik lagi membacanya, tapi “sayang bukunya udah dibeli mahal, harus habis bacanya”

Padahal mudah untuk menentukan apakah sebuah buku bagus atau tidak untuk kita. Jika dalam proses membaca buku itu membuat kita ingin membaca lagi, atau membuat kita ingin menulis/menyampaikannya lagi, maka buku itu bagus. Kalau tidak, ya berarti tidak – setidaknya tidak relevan untuk kita saat ini.

Dan kalau sudah tidak cocok, jangan stuck di situ. Move on cari buku yang lain untuk dibaca, dan begitu seterusnya.

Dengan begini kita bisa membaca lebih banyak.

*inspired by Austin Kleon’s post.

WC Kreatif di Bandara Husein, Bandung

Rumah (mertua) saya di Bandung dekat Bandara Husein.

Jadi komplek Bandara selalu jadi rute joging pagi saya. Belakangan saya punya alternatif baru, ke Aliando alias Alun-alun Cicendo. Tapi saya lebih sering joging di komplek bandara.

Satu pagi, saat jalan pagi berdua Chantik, saya ga tahan buat pup. Akhirnya kami “mampir” ke bandara, dan saya menunaikan tugas ke WC nya.

Yang lucu, ternyata WC cowok bandaranya dihiasi mural-mural bertema komik Amerika tapi diberi sentuhan sunda.

Lanjutkan membaca WC Kreatif di Bandara Husein, Bandung

Nah. Itu.

Kayaknya gue salah menempatkan blog sebagai kitab suci.

Blog ini gue perlakukan sebagai tempat tulisan gue yang sempurna. Salah ternyata, karena malah bikin produktivitasnya stagnan aja.

Harusnya blog ini jadi diari. Jadi buku catatan. Ibarat jaman sekolah, blog ini scrapbook yang bisa dibaca siapa saja.

Jadi isinya dokumentasi kasar pikiran yang muncul. Kliping konten yang menurut gue menarik. Draft tulisan yang mengganggu.

Nah. Itu.

Growth Mindset vs Fixed Mindset

Ini saya twit beberapa waktu lalu karena terpicu obrolan soal alumni UI yang minta gaji 8 juta itu.

Menarik untuk dibahas. Bukan soal gajinya sih, tapi soal self worth / self value.

Lanjutkan membaca Growth Mindset vs Fixed Mindset

Bridal Shower dan Budaya Tidak Penting Lainnya

Di zaman ini, hal tidak penting seperti gengsi berpotensi menjadi penting karena instagram.

Dalam pernikahan misalnya, salah satu budaya yang mulai ramai dilakukan adalah Bridal shower. Pesta pemberian hadiah untuk calon pengantin wanita yang biasanya dilakukan oleh teman-teman terdekat. Pesta ini dilakukan dengan dekor balon dan signage bertuliskan nama si calon pengantin atau kata mutiara tentang cinta. Lalu tak lupa di akhir acara, wajib foto bersama dan diupload di instagram untuk memberi tahu dunia.

Lanjutkan membaca Bridal Shower dan Budaya Tidak Penting Lainnya

Semesta Adisatria Indonesia

Sebagai fans berat Marvel, saya kegirangan menyambut kedatangan Bumilangit Cinematic Universe.

Gokil sih Indonesia akan punya seri superhero buatan karya sendiri, atau yang dalam bahasa Bumilangit: Adisatria. Dan apalagi, universe nya hero Bumilangit ini semuanya punya cerita yang berakar ke budaya atau konteks Indonesia.

Lanjutkan membaca Semesta Adisatria Indonesia

Berkunjung ke Pesantren Tradisional di Taj Ul Masajid Bhopal, India

Flashback Agustus dua tahun lalu (2017), saya mengunjungi kota Bhopal, India. Satu hari, saya berkunjung ke Masjid Taj Ul Masajid. Sebuah masjid besar yang ternyata juga berfungsi sebagai pesantren.

Waktu keliling masjid dan lihat anak-anak seumuran SD sedang bermain, saya datangi untuk ajak bicara.

Lanjutkan membaca Berkunjung ke Pesantren Tradisional di Taj Ul Masajid Bhopal, India