[soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/223627321″ params=”visual=true&liking=false&sharing=false&auto_play=false&show_comments=false&continuous_play=false&origin=tumblr” width=”100%” height=”540″ iframe=”true” /]

Yang lebih berbahaya dari pendosa adalah orang yang berdosa, tapi tidak tahu dan tidak menyadari, bahwa dia berdosa.

Dan mungkin saja, ini terjadi pada kita. Para konsumen dan produsen produk bajakan.

Pembajakan adalah budaya yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Ya, kita semua. Orang-orang modern yang bekerja dengan OS dan Microsoft Office yang tidak berlisensi. Orang-orang berpendidikan yang secara bebas memfotokopi dan membeli buku tiruan berharga murah di toko buku emperan. Orang-orang berwawasan yang mengunduh musik dan film dari situs-situs gratisan.

Di Episode kali ini, saya berbicara mengenai budaya pembajakan dari dua sisi: (1) sisi negatif dengan memperlihatkan frekuensi konsumsi pembajakan yang kita lakukan, dan (2) sisi positif dengan mengkaji benefit yang dinikmati oleh masyarakat dengan adanya budaya pembajakan.

It’s 22 minutes. Take it easy, anggap saja kita sedang duduk bareng sambil ngopi dan ngemil kue cubit rasa greentea. Dengarkan sambil nyetir mobil, masak nasi goreng, atau pura-pura ngerjain skripsi.

Join me, and you will listen to my subjectivity.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *