Secepat Kilat

Seperti biasanya, waktu tiba tiba melesat secepat kilat.

Saya selalu takjub bagaimana waktu bisa sedemikian relatifnya. Saat dijalani, rasanya lama sekali. Saat sudah terlewati, ternyata kita seperti tidak merasakan apa-apa sama sekali.

Dan tidak terasa, Ramadhan tahun ini sudah masuk di babak penghabisan. 10 hari terakhir. Rasanya baru kemarin duduk di meja makan untuk sahur pertama. Ternyata sekarang sudah mau selesai.

Waktu melesat secepat kilat, tapi bisa jadi tidak ada yang berubah dari diri kita. Pikiran tetap tercekat, ibadah tidak meningkat, dan hati tetap tersesat.

Paling tidak, Tuhan masih berbaik hati mengizinkan kita menyadari ini.

Masih ada 10 hari. Ayo kita perbaiki.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *