#Subjective Talk with Adriano Qalbi: Lo Pikir Lo Keren

Ini kedua kalinya saya ngobrol bareng Adri di Podcast. Technically, sebenarnya tiga kali; tapi yang kedua filenya hilang waktu transfer dari handphone ke laptop. Dodol memang, padahal obrolannya juga seru parah.

Di episode ini, kita ngobrol ngalor ngidul tentang komedi, pandangan politik, dan sosial media. You can listen it directly in my podcast (klik di sini), tapi yang lebih penting, episode ini ada karena Adri bikin show ke-2 untuk specialnya: Lo Pikir Lo Keren.

Saya mau cerita soal show ini, karena ini adalah show stand up comedy yang saya tunggu sejak lama.

Saya sudah nonton show yang pertama 28 Januari kemarin: saya beli tiket gold, duduk barisan ke-2 paling depan, dan saya capek banget ketawa pulang dari sana

This guy, is a true artist.

Adri adalah salah satu pekerja seni favorit saya. Seperti banyak pekerja seni sejati, dia beneran cuma mau berkesenian – dalam hal ini berkomedi – dengan caranya sendiri.

Dia ga mau jadi pembawa pesan. Dia ga peduli tentang politically correct.

Dia bahkan ga pake musik, ga pake gimmick.

Dia cuma mau jadi komedian dengan misi sederhana: being funny. Nanti kalau kalian beneran nonton Adri, jangan kaget liat orang ini baca contekan untuk bawain materi.

Karena dia cuma mau lucu.

“Stand up comedy itu adu lucu, bukan adu ngapal”, begitu katanya.

image

see those papers in the floor?

Saya sudah pernah nonton orang ini Live dua kali, dan dua-duanya baca contekan.

Tapi jokenya super lucu. Deliverynya mantap. Set listnya berputar dari soal fenomena sosial media, kondisi politik, sampai berisiknya suara hairdryer. Saya ga bisa cerita soal joke-nya, tapi dua kali saya nonton dia, pulangnya selalu mau hilang suara karena capek ketawa.

“Gue cuma pengen dijudge karena lucu. Kalo bukan karena lucu, gue ga peduli”

This kind of thinking yang bikin saya kesengsem berat sama Adri sebagai pekarya.

Di tiap jokenya, lo akan tersadar bahwa selama ini lo cuma keren di otak lo doang.

Bit demi bit adalah autokritiknya buat diri sendiri, dan juga buat semua orang yang datang: Lo Pikir Lo Keren.

Padahal sih ya, ga tau juga beneran keren atau engga. Lo coba denger sendiri dan coba tanya lagi.

Tapi saya berani pastikan: kalo referensi kita sama, show ini lucu banget. Tiga Opener Adri juga mengerikan: Ben Dhanio, Patra Gumala, dan Kukuh. Semuanya pecah.

image

Line up super yang memastikan satu hal: you will have a good night.

Sabtu 4 Maret di Gd. Pertunjukan Bulungan.

Hari ini (28 Februari), hari terakhir bisa beli tiketnya secara online. Sisanya harus OTS dan rebutan.

Beli tiketnya di shout.id/lopikirlokeren.

https://api.soundcloud.com/tracks/239069562/stream?client_id=N2eHz8D7GtXSl6fTtcGHdSJiS74xqOUI?plead=please-dont-download-this-or-our-lawyers-wont-let-us-host-audio

Subjective Talk with Adriano Qalbi: Bisakah Kita Laku Dengan Jadi Diri Sendiri?

Pertanyaan ini adalah keresahan yang jadi topik utama dalam diskusi saya dan Adriano Qalbi. Sebelum mendengarkan, saya sangat menyarankan untuk membaca tulisan pengantar saya terlebih dahulu.

Adri adalah seorang komika, (mantan) penyiar di Hardrock, dan (mantan) host di Kompas TV. Pertanyaan tadi tak pernah berhenti mengusik Adri yang selalu berkarya sebagai dirinya sendiri.

Di Indonesia, hampir semua seniman sukses karena mengikuti keinginan pasar. Ada topeng yang digunakan. Ada boneka yang direkayasa.

Saya pun mengamati beberapa orang takut berkarya sebagai dirinya sendiri. Takut menyuarakan keresahan sendiri karena takut tidak diterima. Sebagian lainnya berusaha konsisten berkarya di jalur yang tidak dia suka, hanya karena di situlah dia merasa diterima.

Pertanyaannya, bisakah mereka yang tampil sebagai dirinya sendiri diapresiasi? Bisakah mereka yang melawan arus bertahan, sampai waktu untuk mereka datang?

Obrolan saya dan Adri mengalir ke sana kemari membahas berbagai hal, mulai dari keresahan melihat mereka yang dihujat karena jadi diri sendiri, dunia standup comedy, sampai industri televisi.

Streaming di Soundcloud atau download dan jadikan podcast ini sebagai sohib liburan di jalan atau teman di kosan.

Join me, and you will listen to my subjectivity.


Further reading & listening:

Adriano Qalbi: Jangan Jadi Diri Sendiri

16 Desember kemarin saya datang ke acara Marketeers Hangout di Fx Sudirman untuk satu tujuan: bertemu langsung dengan Adriano Qalbi.

Adri adalah salah satu pekerja seni favorit saya yang juga menjadi pemicu utama akhirnya saya memutuskan untuk segera membuat Podcast Subjective. Seorang Standup Comedian paling berkarakter yang sangat saya kagumi .

Selesai acara, saya datang dan menyalami Adri, memperkenalkan diri sebagai pendengar setia podcast-nya di Soundcloud. Saya bilang saya juga punya Podcast dan rasanya pengen melompat waktu Adri bilang iya, gue tau men. Lalu saya bilang kalau di episode terakhir saya ngobrol sama Ario Pratomo, lalu saya tambah mau melompat saat dia nunjuk dirinya sendiri, ajak gue dong!

Lalu kami tukeran nomor, whatsappan, dan janjian untuk rekaman episode spesial Subjective Talk with Adriano Qalbi.

Saya membuat tulisan ini sebagai pengantar menuju Podcast Subjective episode penutup tahun 2015. Saya punya stok episode yang rekamannya sudah lebih lama, tapi saya pikir obrolan bersama Adri akan menjadi penutup akhir tahun yang manis untuk Podcast Subjective, setidaknya untuk saya. Dan lagi, episode ini juga merupakan episode yang paling saya nikmati saat proses pembuatannya.

Adriano Qalbi dan Standup Comedy

image

Sumber: http://www.djarumfoundation.org/

Bagi yang belum tahu – dan sepertinya banyak yang begitu – Adriano Qalbi adalah seorang komika. Di komunitas standup, sepertinya Adri sangat terkenal. Tapi kalo kamu seperti orang pada umumnya, jangan khawatir jika tidak kenal Adri. Dia memang ga seterkenal itu, jadi wajar jika banyak yang tidak tahu.

Saya sendiri punya ketertarikan khusus untuk Stand Up Comedy. Bukan hanya sebagai bentuk hiburan yang asik, tapi juga perannya sebagai media untuk membicarakan masalah di sekitar kita. Saya pernah menulis bahwa komedi adalah salah satu cara kita membicarakan kesalahan dan membuat perubahan. Kesalahan-kesalahan yang seringkali saking tololnya jadi lucu dan bisa membuat kita tertawa.

Adri adalah komika yang selalu bermain di sisi ini: membicarakan kesalahan-kesalahan yang dekat sekali dengan kenyataan.

Jika penasaran mencari penampilan Adri di Youtube, ada beberapa video yang bisa ditemukan. Tapi menurut Adri sendiri, belum ada yang menunjukkan sisi sebenarnya dari penampilan dia. Hampir semua penampilannya di TV selalu disensor atau dipotong. Selain itu, acaranya di Kompas TV yang berjudul Social Experiment juga akhirnya berakhir karena alasan rating. Padahal di jawaban saya untuk sebuah pertanyaan beberapa bulan lalu, Social Experiment merupakan salah satu tontonan keren yang saya rekomendasikan.

Mengapa karya yang jujur sulit diterima pasar? Mengapa acara dengan topik yang “berat” sulit bertahan di berbagai media? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi bahasan seru yang kami diskusikan.

Mau Laku? Jangan Jadi Diri Sendiri

Di acara Marketeers Hangout yang membahas topik How to Market Yourself dengan format talkshow, Adri sebagai pembicara memberikan nasihat yang nyleneh tapi menyengat karena benar adanya. Dia bilang, “Kalo mau laku, jangan jadi diri sendiri. Karena di Indonesia ga ada yang laku jadi dirinya sendiri”.

Bahasan ini menjadi menarik karena saya sendiri melihat banyak sekali dari kita yang membuat karya karena ikutan tren atau bermotif ingin disukai, walaupun dengan cara memakai topeng dan tidak menjadi diri sendiri. Di Podcast Awal Minggu episode 7 Desember, Adri berbincang dengan @ficocacola, komika juara 2 SUCI Season 3 Kompas TV yang mengakui bahwa dia capek tampil dengan gaya yang disukai publik, padahal itu bukan dirinya sendiri. Fico capek dikenal orang sebagai komika yang membahas hal absurd dan selalu memulai standupnya dengan Assalamualaikum sok imut yang dia sendiri ga ngerti kenapa bisa bikin orang ketawa.

Memakai topeng agar laku itu menyiksa. Tapi bagaimana caranya kita menjadi diri sendiri dan tetap bisa mendapatkan apresiasi?


Semua bahasan itu jadi obrolan menarik antara saya dan Adri. Kami ngobrol lesehan dengan segelas air putih dan es teh manis. Diskusi ngalor ngidul ke sana kemari, bicara soal industri kreatif, standup comedy, panggung TV, dan kejujuran berkarya dengan menjadi diri sendiri.

Episode ini akan jadi teman yang pas untuk mengisi liburan. Subjective Talk with Adriano Qalbi akan saya publish malam ini di Soundcloud.com/iqbalhariadi.

Join me, and you will listen to my subjectivity.