Subjective Talk w/ Choqi Isyraqi​: Ngobrolin Bullying & Titik Balik Berubah

 

Choqi adalah salah satu teman seru berkarya bareng, diantaranya pernah jadi tamu #SubjectiveLive Bandung dan kolaborasi bareng bikin video social experiment Kitabisa.com.

Lanjutkan membaca Subjective Talk w/ Choqi Isyraqi​: Ngobrolin Bullying & Titik Balik Berubah

My 7 Takeaways From Social Media Nowadays

Di sebuah perjalanan kereta, saya iseng ngalor ngidul di berbagai timeline sosial media. Twitter, Instagram, Facebook, Tumblr. Selama setengah jam, saya menulis catatan ini di Insta Stories.

So I want to share them with you. Here is my 7 takeaways from social media nowadays.

Lanjutkan membaca My 7 Takeaways From Social Media Nowadays

Ideas Worth Nothing

Ideas are cheap. So cheap.

Dulu saya sering berpikir yang bikin saya maju itu ide. Saya sering percaya diri karena saya pikir saya “orang yang banyak ide”

Ternyata setelah saya pikir lagi, yang bikin saya maju itu bukan ide, tapi eksekusi

Saya orang yang suka overthinking, tapi karya-karya yang saya banggakan selalu muncul dari eksekusi.

Mereka muncul dari aha moment, lalu jadi ide yang tertunda lama karena overthinking, hingga sampai bikin saya kesel sendiri dan memutuskan. “F*ck this shit. Let’s do it”

Setelah nekat dieksekusi, baru ide-ide ini kelihatan harganya.

Ideas worth nothing unless executed.

So learning how to execute is so important. It’s your priority number one. That’s the only way you can turn your ideas from nothing into diamonds.

So what ideas you wanna execute today?

Metode Praktis Belajar Hal Baru: Unlearn, Relearn, Measure

Belajar Hal Baru adalah poin teratas dalam daftar resolusi saya tahun 2018.

Saya ingin tahun ini jadi tahun dimana saya lebih berani mencoba hal baru untuk belajar lebih banyak hal baru. Karenanya, saya kembali membaca banyak artikel tentang metode belajar yang efektif dan coba merangkumnya melalui artikel ini.

Dalam mempelajari hal baru, setidaknya ada tiga proses penting yang harus dijalani: Unlearn, Relearn, Measure.

Unlearn

Buat saya, ternyata belajar hal baru tidak semudah dulu. Bagian paling sulit dari proses ini adalah unlearn: mencoba melepaskan kembali apa yang saya tahu.

learn unlearn

Proses ini sebenarnya impossible secara fisiologis; kita tidak mungkin menghapus memori spesifik tentang hal yang kita tahu. Tapi kita harus menciptakan mental state yang membuat kita seakan-akan melepaskan hal-hal yang kita tahu saat kita belajar hal yang baru.

Unlearn menjadi super penting karena kita terbiasa mengulang hal yang sama jika kita sudah tahu jawabannya. Jika kita tidak unlearn, pikiran kita akan selalu menolak ketika ada ide baru.

“Ah kalo kayak gini mah gue udah tau”

“Untuk masalah ini, solusinya ini. Gue udah pernah coba, dan berhasil”

“Ga perlu dicobain yang kayak gini mah, gue udah tau jawabannya salah”

Ketika ucapan-ucapan ini muncul, di situlah kita sudah gagal di langkah pertama mencoba hal baru. Kesadaran bahwa kita sudah tahu akan menahan kita untuk belajar hal baru.

Mengutip Mordo di film Dr. Strange, “May I offer you some advice? Forget everything you think you know”

image

Relearn

Setelah melakukan unlearn, kita akan terbuka untuk belajar kembali: relearn. Konsep Belajar Kembali ini juga susah susah gampang untuk dilakukan, karena kita terbiasa melakukan sesuatu dengan referensi pengalaman terdahulu.

image

Ketika melakukan proses pembelajaran kembali, kita harus membuka diri. Berpikiran terbuka dan membuka diri pada semua kemungkinan; metode baru, cara baru, pola pikir baru, dan orang-orang yang baru.

Misalnya, jika dalam belajar mengembangkan diri hanya dari seminar, mungkin sekarang harus terbuka dengan metode baru seperti mengikuti online course, mendengarkan podcast, atau subscribe artikel-artikel di blog premium.

Atau jika sebelumnya kita hanya punya 1-2 orang sebagai referensi panutan, kita harus mencari referensi panutan yang lain. Bahkan akan lebih baik jika kita mencari referensi tidak hanya dari bidang yang linear. Intinya, harus lebih haus dalam belajar dan mencoba sumber-sumber baru untuk belajar kembali.

Measure

Bagian terpenting dalam seluruh proses belajar adalah konsisten mengevaluasi sejauh mana kita sudah bertumbuh.

image

Dalam proses unlearn dan relearn, kita harus menuliskan Goal utama, menurunkannya dalam bentuk activity, mengukur resultnya setiap hari/pekan, dan mengevaluasi apa yang perlu ditingkatkan di hari/pekan berikutnya.

Di dunia kerja, saya menggunakan sistem OKR (Objective Key Result): sistem yang diciptakan Intel untuk mendokumentasikan progress dan goal dalam company, tapi juga bisa digunakan untuk goal personal. OKR bisa menjadi bahasan tersendiri di tulisan lain, singkatnya bisa dilihat di gambar berikut atau baca di sini.

image

Dengan menjalankan tiga proses tadi – Unlearn, Relearn, dan Measure – kita akan bisa fokus mempelajari hal baru dan berprogress cepat menjadi orang yang lebih baik.

Tulisan ini saya buat sebagai pengingat diri, tapi semoga juga bisa bermanfaat buat siapapun mempelajari hal baru di tahun ini.

Jadi apa hal baru yang ingin kamu pelajari di tahun ini?


Further Read:

Subjective Talk with Panji Aziz: Cerita Membangun Gerakan Sosial di Banten

Subjective Talk with Panji Aziz: Cerita Membangun Gerakan Sosial di Banten

Saya pertama bertemu Panji waktu sama-sama mengisi sebuah acara di IPB.

Tidak banyak anak muda yang konsisten melakukan gerakan sosial, dan Panji salah satunya.

Dari sekadar niat abstrak “ingin membuat karya yang membantu daerah saya”, Panji membangun Isbanban Foundation hingga menjadi gerakan yang sustainable, membuatnya diundang Kick Andy, dan mendapatkan pengakuan di berbagai forum internasional. Tapi yang jauh lebih penting: memberi impact nyata buat ratusan anak-anak di Banten.

Di Episode ini, Panji bercerita tentang perjalanannya membangun Isbanban sejak kuliah, menjalankan organisasi dengan basis relawan, dan tips praktis dalam membangun organisasi sosial.

Buat teman-teman BEM atau komunitas yang sedang/ingin membangun gerakan sosial, cerita Panji akan sangat membantu membangun mindset yang benar dan menjalankan rencana yang tepat.

View this post on Instagram

Saya pertama bertemu @panjiaziz di IPB waktu sama-sama mengisi sebuah acara. Tidak banyak anak muda yang konsisten melakukan gerakan sosial, dan Panji salah satunya. Dari sekadar niat abstrak “ingin membuat karya yang membantu daerah saya”, Panji membangun Isbanban Foundation hingga menjadi gerakan yang sustainable, membuatnya diundang Kick Andy, dan mendapatkan pengakuan di berbagai forum internasional. Tapi yang jauh lebih penting: memberi impact nyata buat ratusan anak-anak di Banten. Di Episode ini, Panji bercerita tentang perjalanannya membangun Isbanban sejak kuliah, menjalankan organisasi dengan basis relawan, dan tips praktis dalam membangun organisasi sosial. Buat teman-teman yang sedang/ingin membangun gerakan sosial, cerita Panji akan sangat membantu membangun mindset yang benar dan menjalankan rencana yang tepat. Link di bio Join me, and you will listen to my subjectivity #SubjectiveTalk

A post shared by Iqbal Hariadi (@iqbalhape) on

Join me, and you will listen to my subjectivity

30+ Buku Rekomendasi 2017 Dari Twitter & Instagram Stories

Dua hari yang lalu saya menulis daftar 10 buku terbaik yang saya baca di tahun 2017. Saya membagikan daftar ini di twitter dan instagram stories, dan menanyakan buku seru yang dibaca teman-teman selama 2017.

image

Ternyata banyak banget yang reply dan kasih rekomendasi buku terbaik 2017 versi masing-masing.

image
image
image

Karena banyak banget rekomendasi buku seru yang masuk, saya memutuskan untuk merangkum semuanya dan membagikan daftar rekomendasi ini supaya lebih banyak orang bisa baca buku keren di tahun 2018.

image

Berikut daftar rekomendasi buku beserta penulisnya yang bisa jadi target bacaan di tahun 2018:

  1. Hilbilly Elegy – J.D. Vance
  2. Present Shock: When Everything Happens Now – Douglas Rushkof
  3. The Alchemist – Paulo Coelho
  4. Option B: Facing Adversity, Building Resilience and Finding Joy – Sheryl Sandberg
  5. Grit – Angela Duckworth
  6. Design Your Life – Bill Burnet
  7. Mindset – Carol S Dweck
  8. Hooked – Nir Eyal
  9. The Subtle Art of Not Giving A Fuck – Mark Manson
  10. Unboss – Lars Kolind
  11. The Art of War – Sun Tzu
  12. The Panama Papers – Bastian Obermayor
  13. The Four: The Hidden DNA of Amazon, Apple, Facebook, and Google – Scott Galloway
  14. An Astronaut’s Guide to Life on Earth – Chris Hadfield
  15. The Fall of Ottomans – Eugene L. Rogan
  16. The Book of Joy – Desmond Tutu & Tenzin Gyatso
  17. Prophetic Parneting – Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid
  18. The One Thing – Gary Keller
  19. What If?: Serious Scientific Answers to Absurd Hypothetical Questions – Randall Munroe
  20. Faces and Places: A Traveler’s Note – Desy Anwar
  21. Misbehaving: The Making of Behavioral Economics – Richard Thaler
  22. The Minto Pyramid Principle
  23. Origin – Dan Brown
  24. Find Your Why – Simon Sinek
  25. Manuscript Found in Accra – Paulo Coelho
  26. The Curios Incident of A Dog In Midnite – Simon Stephens
  27. Kolam – Sapardi Djoko Damono
  28. Pingkan Melipat Jarak – Sapardi Djoko Damono
  29. Sisi Gelap Cinta – Mira W.
  30. 7 Habits of Highly Effective Teens – Sean Covey
  31. The Namesake – Jhumpa Lahiri
  32. Gen M: Young Muslim Changing the World – Shelina Janmohammed
  33. 21 Kualitas Kepemimpinan Sejati – John C Maxwell.
  34. Sapiens – Yuval Noah Harari

Berbagi daftar buku favorit jadi cara yang menyenangkan dan seru untuk menutup akhir tahun. Saya akan menjadikan ini habit yang akan saya jalankan setiap tahun.

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah ikut rekomendasi. Semoga daftar ini bisa bermanfaat dan jadi acuan untuk memenuhi 2018 dengan lebih banyak buku.

Salam kreatif!


Follow saya di twitter dan instagram: @iqbalhape

Subjective Ep. 17 – End of An Era (My Tribute to David Karp and Tumblr

27 November 2017, menandakan berakhirnya sebuah era.

David Karp, Founder Tumblr, memutuskan untuk keluar dari perusahaan yang dia bangun sejak 11 tahun yang lalu.

Melalui memo yang dia kirimkan ke semua tim Tumblr, David bercerita bahwa keputusannya keluar dari Tumblr adalah hasil proses refleksi yang panjang.

Sebagai fans setia Tumblr dan David Karp sejak lama, saya merasa ini jadi berita penting. Tidak ada yang tahu pasti bagaimana masa depan Tumblr. Tapi yang pasti, Tumblr sebagai perusahaan akan sangat berbeda setelah ini.

Di episode ini, saya bercerita tentang sejarah dan perjalanan Tumblr, cerita David Karp, dan bagaimana Tumblr menemani saya bertumbuh sebagai seorang pekarya.

Di segmen #JawabDiPodcast, saya cerita singkat tentang cara membuat podcast dan bagaimana kita bisa berhenti membandingkan hidup dengan orang lain.

Join me, and you will listen to my subjectivity.

Cerita Biologeek & Pop Con Asia 2016

Setelah sekian lama berwacana, akhirnya ini dia video pertama di Youtube yang saya edit dengan niat.

Saya cerita tentang project @biologeek, karya bareng @muhammadakmal.id. Saya juga cerita sedikit tentang pengalaman kami buka stand di @popconasia.

Sebagai Alumni yang Salah Jurusan, ini salah satu cara saya payback untuk Biologi.

More videos to come. Subscribe me on Youtube.

Enjoy!


Further read:

https://api.soundcloud.com/tracks/346963859/stream?client_id=N2eHz8D7GtXSl6fTtcGHdSJiS74xqOUI?plead=please-dont-download-this-or-our-lawyers-wont-let-us-host-audio

Subjective Ep 16 – Kebaikan Tanpa Batas

Ketika semua berisik goblak goblok sana sini soal pribumi, ijinkan saya cerita sedikit, cuma 15 menit.

Episode podcast kali ini adalah rekaman saya di Malang, ketika saya menghadiri undangan acara Annual Malang International Peace Conference di Universitas Raden Saleh Malang.

Diminta berbicara tentang perdamaian, saya cerita salah satu hal terbesar yang saya pelajari selama hampir 3 tahun di Kitabisa.com:

Kebaikan itu tidak ada batasnya

Tidak agama, tidak ras, tidak juga batas kota dan negara.

Saya cerita beberapa inisiatif kebaikan orang Indonesia yang melintasi batas-batas tadi dan membuktikan bahwa jauh di dalam hati, kita semua saling sayang dan peduli.

Hanya 15 menit. Episode singkat yang semoga bisa memberi warna damai di tengah sosial media yang hingar bingar dengan konflik dan perpecahan.

Join me, and you will listen to my subjectivity