Yang Abadi

Hidup berubah. Lagi.

Sebagai anak muda yang emosinya juga masih suka berubah, perubahan rencana hidup yang juga secara konstan terjadi bikin saya sering keteteran. 

Kayaknya banyak deh yang merasakan hal yang sama. Firasat saya sih ini masalah umum untuk anak muda. Atau mungkin bukan cuma anak muda, tapi masalah semua orang berapapun usianya.

Masalahnya, di buku-buku ga pernah diajarkan: hidup itu memang begitu tabiatnya. Berubah sana sini tanpa aturan, suka suka dia. 

Di TV dan sosial media juga ga ada petunjuknya. Dari timeline mah yang ada cuma bahagia, hidup kayaknya isinya cuma ketawa dan hura hura. Padahal kita semua tahu ga begitu aslinya.

The fact is: yes, life is constantly changing. Embrace it. Seperti kata Chief Bogo di Zootopia.

Itulah kenapa teori Darwin bilang yang akan bertahan adalah yang paling cepat beradaptasi. Bukan yang paling kuat. Bukan yang paling kaya. Apalagi yang paling hits kece badai membahana.

Karena akan ada masanya ketika kuat, kaya, dan hits kece badai membahana jadi tidak relevan. 

Memang sepertinya kita harus terima. Kita mungkin punya rencana – dan memang harus ada – tapi hidup akan selalu berubah. Dan gapapa.

Tidak ada masalah dengan perubahan, tinggal kita yang menyesuaikan. Belajar beradaptasi. Berubah, adaptasi lagi. Berubah lagi, adaptasi lagi.

Hingga akhirnya saya bisa paham arti sebuah jargon jaman kampus yang dulu terdengar cheesy, tapi ternyata maknanya dalam sekali.

“Karena yang abadi, hanyalah perubahan itu sendiri”

https://api.soundcloud.com/tracks/343220949/stream?client_id=N2eHz8D7GtXSl6fTtcGHdSJiS74xqOUI?plead=please-dont-download-this-or-our-lawyers-wont-let-us-host-audio

Subjective Talk with Archie Wirija: Musik, Quran ID Project, & Berproses Jadi Baik

You gotta listen to this.

Even for me, this is one of my own favorite interview.

Saya pertama kali kenal Archie dari sosmed karena @quranidproject sebelumnya sudah duluan hits. Gimana ga hits, pertama keluar langsung dengan nama-nama beken seperti Afghan dan Raisa

Lalu pertama kali ketemu di sebuah acara, dan dia juga nyapa sebelum saya. Lah, kenal dari mana?

“Gue liat Youtube lo”

Saya langsung sumringah, sedap sekali bapak ini. Artis mana coba yang lihat Youtube saya.

Dan entah kenapa, saya dapat banyak banget request supaya saya ngobrol bareng Archie di #SubjectiveTalk.

Akhirnya saya janjian dan main ke studio @quranidproject bareng @desireenasfhia. Kita ngobrolin banyak hal seru, mulai dari positive vibes yang selalu dikeluarkan Archie, kehidupannya semasa kuliah, kecintaannya pada dunia musik, kedekatannya dengan banyak artis dan musisi, hingga cerita tentang project yang dia jalankan sekarang.

Obrolan yang menyenangkan tentang semangat positif dan value berbagi kebaikan yang universal buat anak muda Indonesia.

Join me, and you will listen to my subjectivity.

Kapal Kemanusiaan Untuk Rohingya

Alhamdulillah, kamis kemarin (21/9), saya dapat pengalaman luar biasa di Surabaya.

Saya, @ahmmujahid,  dan @gemilangtramadhan mewakili Kitabisa.com untuk ikut acara keberangkatan Kapal Kemanusiaan untuk Rohingya. Kami pergi super pagi dengan pesawat jam 4 dari Jakarta. Setelah hampir gagal berangkat karena drama di bandara, akhirnya kami sampai jam 5.30 di Bandara Juanda, Surabaya.

Di sana, kami langsung bergabung dengan perwakilan dari Pemkot Bandung dan Tim ACT dan berangkat bareng ke Pelabuhan Tanjung Perak.

Ini pertama kalinya juga saya main ke pelabuhan Tanjung Perak, yang sebelumnya hanya tahu dari lagu “Tanjung Perak tepi laut, siapa suka boleh ikut”.

Sampai di sana, ada beberapa acara seremoni yang juga dihadiri oleh Bu Menteri Sosial Khofifah Indar Parawarsa. Lalu dilanjutkan dengan pelepasan kapalnya di pelabuhan.

Kapal ini membawa 2.000 ton beras, hasil bantuan dari berbagai galang dana masyarakat Indonesia untuk Rohingya. Termasuk 19ribu lebih #OrangBaik yang donasi via Kitabisa.com.

Kapalnya gede banget. Bawa kontainer-kontainer berisi 80.000 karung beras. Dan merinding banget lihat banyak logo di spanduk raksasa, dari berbagai organisasi, lembaga, dan urunan masyarakat, semua ikutan bantu buat kemanusiaan.

Bukti nyata orang Indonesia  solid banget kalo urusan kemanusiaan. Semoga kebaikannya balik lagi untuk kita semua.

Bonus: sempet selfie sama Bu Mensos Khofifah. Semoga sehat selalu bu 🙂

Podcast Subjective Ep. 15 – Kopdar di Malang Ngobrolin Self Branding

 

Ini hasil rekaman waktu awal Agustus kemarin ke Malang dan bikin kopdar.

Awalnya sih ya beneran iseng aja, mumpung lagi ada acara juga ke Malang. Awalnya ekspektasinya ya paling 2-3 orang, kita ngobrol-ngobrol. Lah ternyata yang dateng banyak!

Akhirnya yaa mau gamau harus ada semacam “acara” nya. Akhirnya saya sharing tentang Self Branding: insight dan pengalaman saya dalam menggunakan sosial media buat personal branding. Saya cerita tentang kenapa self branding itu penting, apa alasan saya main sosmed, dan apa yang saya lakukan selama 3 tahun belakangan buat membangun personal branding.

View this post on Instagram

MALANG! THANKS A TON! Makasih banget yaa buat teman-teman di Malang yang kemarin udah nyempetin dateng Kopdaran Waktu nyampe di Komika Cafe dari bandara, gue udah siap2 mau kerja Ternyata pas baru masuk aja udah ada yang nyapa, dan ternyata beneran pada dateng. Dan rame! Tadinya expect yaa paling yang dateng 4 orang, kita ngobrol-ngobro aja. Ternyata rame sampe 17an orang. Akhirnya jadinya sharing sekaligus rekaman Podcast bareng Makasih ya buat semua waktunya. Ada yang sengaja datang motoran dari Pasuruan. Ada yang nyempetin datang sebelum travel naik kereta jauh. Ada yang mau foto+video in. Bahkan ada yang ga bisa dateng kopdar dan besoknya nyusulin ke bandara untuk ngobrol dan kasih hadiah. Membuat gue berasa Rangga Thanks juga buat @luqmanhanip yang foto-foto dan bikin saya jadi ganteng Manteman, makasih ya keramahannya Thanks for listening to my podcast and being my friend Makasih ya semuanya! #KopdarSubjective #MakasihMalang #ILoveMalang #MalangIdamanku

A post shared by Iqbal Hariadi (@iqbalhape) on

Obrolannya saya rekam. Teman-teman di Malang juga banyak yang sharing, sayangnya pas rekaman ada yang kayaknya ga sengaja pencet tombol rekamannya di tengah obrolan, dan saya juga baru nyadar beberapa saat kemudian. Jadi jangan kaget ya kalo nanti dengerin ada bagian yang hilang 😀

Sharing ini ada slidenya, jadi untuk full experience (tsah) bisa sambil buka slidenya di link ini.

Thanks a ton buat teman-teman di Malang!

Join me, and you will listen to my subjectivity

Bersyukur dan Berbahagia

Hidup itu kalo bersyukur enak banget rasanya. 

Sumpah. Cobain deh. Kok bahagianya kerasa banget; bawaannya mau senyum terus, kepala rasanya ringan dan jernih, dan bibir tuh ga henti-henti ngucap hamdalah.

Ternyata ya bahagia itu kuncinya cukup bersyukur aja.

Bersyukur karena sudah dikasih kehidupan, dikasih keluarga dan teman, dikasih akal pikiran, dikasih kesempatan. Bersyukur karena sudah dipercaya Tuhan untuk punya apa yang kita punya sekarang. Bersyukur, bersyukur, bersyukur, ternyata bahagianya bisa dalam sampai kerasa di tulang sumsum. 

Call me naive, tapi kalo sulit bahagia, kemungkinan besar karena belum mempraktikan bersyukur. Belum melihat bahwa hidup ini sudah hebat sekali Tuhan kasih dengan segala fitur-fiturnya. Masih terjebak dengan perbandingan-perbandingan sama kehidupan orang lain.

Kata orang tua, jangan pernah kejar dunia, karena dunia itu ga akan ada habisnya. Punya pasangan cantik, masih banyak yang lebih cantik. Punya mobil mewah, masih banyak yang lebih bagus dan mahal. Punya jabatan ini itu, masih banyak yang lebih tinggi lagi di atasnya. Akhirnya mengejar sesuatu yang tidak ada habisnya. 

Tapi kalo kita bersyukur, wah bahagia itu datang sendiri. 

Sadari deh apa yang sudah kita punya sekarang; lalu pahami bahwa semua yang kita punya itu bukan datang tiba-tiba. Itu semua pemberian. Semua dari Tuhan, tapi jalurnya saja yang berbeda-beda. Ada yang melalui orang tua, keluarga, teman, bahkan orang asing yang belum pernah kita temui sebelumnya. 

Jika sudah sadar bahwa semua hanya pemberian, kita akan sampai di titik kesadaran bahwa kita sebenarnya tidak pernah punya apa-apa. 

Jadi apalagi alasan untuk tidak bersyukur dan berbahagia?

https://api.soundcloud.com/tracks/333170121/stream?client_id=N2eHz8D7GtXSl6fTtcGHdSJiS74xqOUI?plead=please-dont-download-this-or-our-lawyers-wont-let-us-host-audio

Subjective Ep. 14: Stop Being a Social Media Jerk

Not sure why. But my “angry” content is usually more interesting than others

Ini salah satu contohnya. My another rant, about what I called jerks on social media.

Saya ngobrolin tentang fenomena Afi; tentang public shaming, bullying, dan berbagai etika di dunia sosial media yang seharusnya punya etika yang sama dengan dunia nyata

You will like it. Or you will disagree with it, and probably still like it

Di segmen #JawabDiPodcast, saya menjawab dan beropini tentang bersikap ke pembully, konsisten berkarya, dan kecerdasan anak yang menurun dari ibu

Link ada di bio

Join me, and you will listen to my subjectivity

https://api.soundcloud.com/tracks/330701488/stream?client_id=N2eHz8D7GtXSl6fTtcGHdSJiS74xqOUI?plead=please-dont-download-this-or-our-lawyers-wont-let-us-host-audio

Subjective Talk with Pandu Kartika: Cerita Code4Bandung & Gerakan Anak Muda

Di #SubjectiveTalk kali ini, saya ngobrol dengan Pandu Kartika Putra.

Pandu dikenal sebagai aktivis open data di Bandung.

Aktif mengikuti kegiatan exchange dan konferensi di berbagai negara, Pandu memulai gerakan Code4Bandung: sebuah gerakan yang mendorong kolaborasi pemerintah dan publik Bandung untuk menyelesaikan masalah sosial menggunakan teknologi.

Di episode ini, Pandu bercerita tentang perjalanan dia membangun Code4Bandung; memulai gerakan dari nol, menjalin kerjasama dengan pemerintah kota, formula menggerakkan warga kota, tips networking, hingga lessons learned untuk anak muda yang ingin atau sedang memulai gerakan.

Semoga bisa menginspirasi untuk gerakan anak muda lainnya.

Join me, and you will listen to my subjectivity.

https://api.soundcloud.com/tracks/327523779/stream?client_id=N2eHz8D7GtXSl6fTtcGHdSJiS74xqOUI?plead=please-dont-download-this-or-our-lawyers-wont-let-us-host-audio

Subjective Talk – Cerita Kuliah di Madinah & Belajar Tentang Islam

Sebulan yang lalu, saya dapat kesempatan untuk bisa pergi ke dua tanah suci: Mekkah & Madinah.

Awalnya pergi ke Jeddah untuk sebuah conference, saya juga menyempatkan mampir ke Mekkah untuk umroh, dan tak lupa ke Madinah untuk sholat di Masjid Nabawi. Dan mengunjungi teman-teman saya di sana.

Ada beberapa teman saya semasa pesantren yang sedang berkuliah di Madinah.

Asep dari Ciamis, Mubarok dari Pontianak, dan Dzahabie dari Bali.

Saya menginap di asrama mereka, dan kami ngobrol dan cerita banyak hal.

Then it hit me. Saya harus mengajak mereka untuk ngobrol di #SubjectiveTalk.

Rasanya cukup banyak obrolan tentang kuliah science, engineering, law, dan social science di Eropa dan Amerika. Tapi bagaimana dengan kuliah agama di timur tengah?

Di #SubjectiveTalk kali ini, saya ngobrol tentang cerita mereka berkuliah di Madinah, apa yang dipelajari selama di sana, cara belajar agama Islam yang benar, dan opini tentang isu keragaman pasca Pilkada di Indonesia.

Semoga obrolan ini bisa menjadi wawasan positif tentang Islam dan perdamaian Indonesia 😃

Join me, and you will listen to my subjectivity.

https://api.soundcloud.com/tracks/325959198/stream?client_id=N2eHz8D7GtXSl6fTtcGHdSJiS74xqOUI?plead=please-dont-download-this-or-our-lawyers-wont-let-us-host-audio

#SubjectiveTalk with @novieocktavia & @khairunnisasyaladin: Tentang Menata Kala

Saya pertama kali kenal Novie di Tumblr. Saya sendiri lupa bagaimana detil awalnya saling sapa, tapi pertama kali ketemu langsung bareng @prawitamutia di pernikahan @satriamaulana di Bandung

Novie adalah blogger yang aktif di Tumblr dan sejak lama berkolaborasi bareng Nisa, hingga akhirnya secara indie menulis buku berjudul Menata Kala. Bercerita banyak kontemplasi tentang kehidupan dan waktu

Di #SubjectiveTalk kali ini, kita ngobrolin banyak hal mulai dari mengatur waktu, menjadi muslimah produktif, dan menjadi penulis indie

Join me, and you will listen to my subjectivity