Keep Growing

2 tahun yang lalu (di foto), tim @kitabisa​ pindah kantor dari Bekasi ke Jakarta.

Dari yang awalnya di Rumah Perubahan, Bekasi, kami pindah ke Pejaten. Ngantor di satu rumah bareng beberapa aktivis sosial digital lain; Change.org, Indorelawan, Pamflet, Public Virtue Institute, dan Peace Women Across The Globe.

Kitabisa kebagian di garasi. Bukan mau keren-kerenan macam Steve Jobs atau Bill Gates, tapi emang dapatnya jatah di garasi.

Sempat ngantor di garasi yang muat 6 orang, ga sampe setahun kita sudah pindah lagi ke kantor sendiri dengan tim sekitar 40 orang.

Hari ini, Kitabisa.com sudah fasilitasi 4.600 campaign, mengumpulkan donasi hampir 100 Milyar, dan bantu 275.000 #OrangBaik.

Sometimes, I love to look back and see how far we’ve gone.

But this is a journey without a finish.

We need to keep going.

We need to keep growing.

Social Experiment: Bayarin Bensin Orang Lain

Kebaikan itu menular.

Dari awal, itu yang kami percaya dan terus kami buktikan.

Kebaikan akan menginspirasi kebaikan lain. Orang yang berbuat baik akan mengundang orang baik lain.

Kami sudah buktikan itu ratusan kali, dan kami tidak akan berhenti membuktikan itu lagi dan lagi.

Kali ini, lewat sebuah social experiment, karya @choqi-isyraqi​​ dan tim. Berlokasi di SPBU Dago, Bandung, kami penasaran: apa yang terjadi jika Kami penasaran, apa yang terjadi jika tiba-tiba seseorang dibayarin bensinnya oleh orang yang tidak dikenal?

Hal tak terduga terjadi ketika seorang pengendara motor melanjutkan ‘rantai kebaikan’ ini dengan membayarkan bensin orang di belakangnya. Yang tidak kalah mengejutkan, orang dibelakang tersebut kembali membayarkan bensin anak muda dibelakangnya.

Take your time. Tonton videonya, dan buktikan.

Kebaikan akan selalu melahirkan kebaikan.

Native American, punya sebuah semboyan yang bernama “Save The Cow”, yang intinya kalau kita sedang bertemu dengan seekor sapi yang tenggelam di pasir hisap, hal pertama yang harus dilakukan adalah menyelamatkan sapi itu dari lumpur, baru berpikir kenapa sapi itu bisa terperosok masuk, baru kemudian berpikir bagaimana caranya kita bisa menjamin sapi itu tidak terperosok lagi ke pasir hisap tadi.

Kalau kita sibuk saling menyalahkan atau sibuk panik dan berpikir apa yang terjadi, sapinya keburu mati tenggelam. Hari ini kita membuktikan bahwa daripada sibuk saling menyalahkan, kita memilih untuk langsung mengambil tindakan. Banyak yang menuntut dahulukan pelaku ditangkap dan ditindak, namun ditengah ketidakpastian hukum dan informasi yang simpang siur, beruntung kita memutuskan untuk turun tangan. Setidaknya saudara saudara kita di Tolikara tau, ada bantuan yang disegerakan.

Kurang dari 3 hari, donasi Masjid Tolikara telah tercapai, bahkan melebihi target. Untuk itu kami memutuskan untuk menghentikan penggalangan dana saat ini juga. Sehingga per hari ini (selasa 21 juli) tidak ada lagi donasi baru yang masuk, namun kami masih memberikan waktu untuk yang sebelumnya sudah klik donasi namun belum melakukan transfer untuk merealisasikan donasinya hingga jam 23.59 hari ini.

Maksimal lusa kami targetkan donasi sudah sampai di tangan yang membutuhkan. Donasi kita sendiri akan diserahkan sepenuhnya kepada Bulan Sabit Merah Indonesia – Jayapura sebagai dana pembangunan Masjid. Kita percaya mereka akan manfaatkan sebaik-baiknya. Lewat surat resmi mereka meminta uluran tangan, dengan sigap saudara sebangsa, lintas agama, lintas suku, menyalurkan bantuan sebagai jawaban.

Semuanya sayang saudara saudara di Papua.

Mereka menyatakan menolak konflik ini jadi lebih runcing. Mereka tidak ingin ada yang datang dan membawa perang atas nama balas dendam. Perang selalu membawa keterbelakangan, mereka ingin maju. Maka kalau kita benar benar peduli mereka, ini adalah jalan terbaik yang kita punya.

Terima kasih Bangsa Indonesia.

Masih di dalam semangat Idul Fitri kita telah buktikan, cinta menang atas dengki dan dendam.

Yang kita perjuangkan, kini kita telah menangkan.

Salam,

Pandji Pragiwaksono

Kitabisa.com/masjidtolikara

#PACARAN bareng Kitabisa.com

Jumat kemarin (9/10), saya mengisi malam dengan pacaran. Bukan bersama kekasih, tetapi dengan sahabat saya Abinubli dan Yuyus di Performance and Charity Night. KitaBisa, gerakan crowdfunding sosial pertama di Indonesia mengadakan malam penggalangan dana untuk proyek pengadaan Bus Donor Darah untuk Palang Merah Indonesia. Untuk kamu yang belum tahu, baca tulisan saya tentang KitaBisa dan semangat gotong royong disini.

Bertempat di Sinou Cafe Jakarta, crowd yang hadir tidak terlalu ramai sehingga malam itu terasa sangat intim. Sampai jam 19.40, kami langsung mencari tempat duduk yang paling asik. Tempat duduk saya pun sangat dekat dengan panggung, dan saat sedang santai menunggu acara dimulai, ternyata yang duduk di samping saya adalah Rayi! Personel RAN yang sangat saya idolakan ini ternyata sangat ramah dan asik, kami pun sempat mengobrol santai sambil menunggu acara dimulai.

Acara diawali dengan perkenalan dari @alfatihtimur, Founder KitaBisa dan teman-teman dari project bus donor darah bertajuk Potret Untuk Kehidupan. Langsung dilanjutkan dengan performance dari tiga komika, @aryanovrianus, @awwe_, dan @krisnaharefa. Ini pertama kalinya juga saya menonton langsung Standup Comedy. Memang benar kata Pandji, sangat terasa bedanya menonton Standup Comedy di Youtube dengan yang asli. Walaupun materi yang disampaikan ketiga komika sudah pernah saya nikmati via Youtube, tapi menonton langsung memang memberi kesan tersendiri. Rasa jokes nya lebih terasa, dan tawa yang ditimbulkan lebih spontan dan menyenangkan. 

Setelah puas dengan lawakan segar, malam itu langsung dilanjutkan dengan penampilan dari RAN! Saya, Abi, dan Yuyus memang penggemar berat RAN. Lagu-lagu yang dibawakan oleh mereka bertiga selalu penuh semangat, dan mendengarkan lagu mereka selalu memberi spirit positif. 

Malam itu, RAN membawakan lima buah lagu. Dua lagu terakhir dilelang dan hasilnya disumbangkan untuk pengadaan Bus Donor Darah PMI. Lagu terakhir, Dekat Di Hati, dibeli @alfatihtimur untuk istrinya yang sedang kuliah di Amerika. 

Ohya, semua uang yang masuk pada malam itu disumbangkan untuk project Potret Untuk Kehidupan. Malam yang sangat berkesan buat saya, dimana KitaBisa telah berhasil menunjukkan cara kreatif yang dapat dilakukan anak muda dalam pergerakan sosial. Di zaman yang sudah serba canggih ini, pergerakan anak muda sudah harus beralih kepada cara yang lebih modern dan kreatif. Kita harus bisa memanfaatkan internet dan sosial media untuk melakukan hal-hal positif, bukan hanya mengeluh dan menghabiskan waktu untuk interaksi yang tidak bermanfaat.

“Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan”

Mari bergerak untuk perubahan yang positif. Salam kreatif!

Menghubungkan Kebaikan Lewat Kitabisa.co.id

image

Indonesia tidak pernah kekurangan ide. Berbagai permasalahan sosial yang ada di sekitar kita selalu menjadi pemicu bagi orang-orang yang peduli untuk bergerak melakukan perubahan. Dan perubahan besar dapat terbentuk jika banyak orang bisa berkolaborasi dan berkontribusi dengan apapun yang mereka punya. Ide inilah yang mendasari terbentuknya Kitabisa.co.id, sebuah platform crowdfunding sosial pertama di Indonesia.

Crowdfunding sendiri merupakan konsep yang sangat populer di Eropa dan Amerika, namun tergolong masih sangat baru di Indonesia. Crowdfunding secara harfiah berarti pendanaan oleh masyarakat banyak (crowd). Konsep ini dilatarbelakangi oleh banyaknya ide dan inisiatif sosial untuk menyelesaikan permasalahan di sekitar kita, yang seringkali tak dapat terealisasi karena terbatasnya sumberdaya, terutama uang dan dukungan. Di sisi lain, banyak sekali orang-orang yang memiliki kemampuan dan sumberdaya untuk membuat perubahan, namun sibuk dengan keseharian masing-masing.

Disinilah Crowdfunding ambil bagian. Crowdfunding berperan sebagai sebuah platform yang menjembatani antara pemilik ide sosial dan masyarakat.

Konsep inilah yang diadaptasi oleh Kitabisa.co.id. Berada di bawah bimbingan Rumah Perubahan milik Rhenald Kasali, Kitabisa merupakan Crowdfunding sosial pertama di Indonesia. Kitabisa mengedepankan konsep kolaborasi sosial, yaitu keyakinan bahwa untuk membuat sebuah perubahan besar, setiap orang harus bergabung dan berkontribusi dengan bantuan apapun yang bisa mereka berikan.

“Bantuan bisa berupa donasi, menjadi volunteer, berbagi ilmu pengetahuan, atau bantu proyek lebih dikenal oleh publik”, ujar Alfatih Timur, koordinator Kitabisa.co.id dalam video kampanye di Youtube.

image

alfatihtimur, yang lebih akrab disapa Bang Timi

Setiap orang dapat memulai kontribusi mereka dengan membuat akun di Kitabisa.co.id. Orang-orang yang memiliki ide dan proyek kreatif di bidang sosial dapat mendaftarkan ide mereka di website Kitabisa. Pada saat mendaftarkan ide, mereka harus menceritakan latar belakang, tujuan, tempat dan waktu pelaksanaan, serta jumlah dana yang dibutuhkan untuk membuat ide mereka menjadi nyata.

Proyek yang telah lolos kurasi akan diposting di website Kitabisa.co.id. Masyarakat dapat memberi dukungan terhadap ide-ide sosial tersebut dengan memberi donasi berupa uang dengan jumlah yang tidak ditentukan. Dalam crowdfunding, hal yang paling penting bukanlah jumlah donasi per orang, melainkan jumlah orang yang berpartisipasi, karena itulah kekuatan konsep ini ada pada crowd. Sebagai ilustrasi, jika setiap orang berdonasi Rp 100.000 saja, namun jumlah yang berdonasi ada 1000 orang, maka dana yang terkumpul menjadi Rp 100.000.000. Semangat kebersamaan mengubah hal kecil menjadi sebuah kekuatan yang besar. Fakta tersebut yang mendasari optimisme Kitabisa.co.id bahwa Indonesia bisa bangkit dengan kolaborasi dan kerjasama banyak orang.

Semangat kolaborasi tersebut pada dasarnya merupakan semangat yang sudah menjadi budaya nusantara, yaitu semangat gotong royong. Semangat dimana setiap orang mau turun tangan membantu dengan apapun yang mereka punya. Selain donasi berupa uang, kontribusi lain yang dapat diberikan pada sebuah proyek sosial di Kitabisa.co.id adalah dengan terjun langsung menjadi relawan, atau menyebarkan dukungan terhadap proyek tersebut melalui jejaring sosial. Semakin luas proyek tersebut tersebar melalui jejaring sosial, maka semakin banyak dukungan yang didapat, dan semakin banyak pula orang yang dapat berkolaborasi.

“ Untuk menghasilkan perubahan besar-besaran, Indonesia membutuhkan kolaborasi besar-besaran,” ujar Rhenald Kasali, sebagai Pembina platform crowdfunding ini.

Sebagai salah satu inovasi baru dalam pergerakan sosial di Indonesia, gerakan Kitabisa didukung oleh berbagai figur publik seperti Dian Sastro, Andy F. Noya, Pandji, dan Oki Setiana Dewi dari kalangan artis, serta Faisal Basri, Babe Idin, dan Masril Koto dari kalangan tokoh masyarakat yang bergerak di bidang sosial. Mereka mengkampanyekan ide kolaborasi sosial melalui video di Youtube.

Sejak pertama kali diperkenalkan pada pertengahan tahun 2013, Kitabisa.co.id telah meluncurkan 8 proyek sosial yang mendorong pengembangan sosial di berbagai bidang seperti pendidikan anak jalanan, industri kreatif, hingga usaha rakyat. Dua diantaranya – Parcel Nalacity dan Wakaf Al-Qur’an – bahkan telah mendapatkan pendanaan melebihi target dan berhasil dijalankan berkat dukungan masyarakat.

Hal tersebut menjadi bukti, bahwa inovasi Kitabisa.co.id dalam menghubungkan inisiatif sosial dan masyarakat melalui teknologi informasi dapat membawa semangat gotong royong Indonesia pada level yang lebih tinggi. Semangat yang dibawa Kitabisa.co.id diharapkan mampu terus mendorong Indonesia ke arah yang lebih baik, dengan menciptakan perubahan dan menghubungkan kebaikan.

————————————————————————————

Tulisan ini juga dimuat di Portal Indonesia Kreatif.