Exciting Era to Learn

Today is an exciting era to learn.

Pernyataan saya mungkin tidak valid – obviously karena saya tidak pernah merasakan hidup di era lain. I’m just 24, and far from experienced. But still, this is a very exciting era to learn! *diulang

Gimana engga coba. Dalam perjalanan pulang naik gojek saja, saya sudah 7 kali melompat dari satu artikel ke artikel lain. Dari baca tips menuliskan ide hingga cara efektif bekerja dalam tim. Saya lagi asik kembali sama aplikasi Medium.
Article-Hopping.

Di Medium, ada sangat banyak tulisan seru, kebanyakan dalam bahasa inggris. Temanya beragam, tapi yang paling banyak saya subscribe tentang startup, creativity, dan personal development.

Dunia internet sekarang benar-benar membuat semesta serasa dalam genggaman. Bagus di satu sisi, karena artinya ada kemajuan besar umat manusia mengelola informasi. Tapi kemudahan ini juga perlahan membuat kita semakin malas untuk belajar.

Logika saya dalam opini ini cukup sederhana. Karena semua informasi mudah ditemukan hanya dengan mengetukkan jempol di layar kaca, perlahan kita tidak mau effort berlebih untuk mengingat dan mencatat. Toh informasi apapun itu, kalaupun lupa, tinggal dicari kembali di mesin pencari.

Saya pernah (sok-sokan) berteori, bahwa sekarang bukan lagi zamannya menemukan teorema. Jika sains dan ilmu pengetahuan diibaratkan piramida, maka semua dasar-dasar pengetahuan telah diletakkan. Di atasnya, sudah tersusun pula penelitian dan penemuan yang mengisi hampir setengah bangunan. Pucuk sisanya, hanya bisa diisi dengan kemampuan manusia menyambungkan satu pengetahuan dengan pengetahuan yang lain.

Istilahnya Steve Jobs,

Connecting The Dots.

Connecting The Dots ini yang memang membutuhkan skillset yang agak berbeda dari generasi sebelumnya. Salah satu skillset terpenting, adalah learning skill: kemampuan dalam belajar

Learning Skill di era digital ini yang harusnya dimiliki semua millennials. Dalam tataran praktis, skill ini mencakup bagaimana caranya mengetikkan keyword efektif di Google, mencari video tutorial di Youtube, menemukan artikel kredibel di Linkedin, mengoleksi presentasi berkualitas di SlideShare, mengisi waktu dengan podcast yang relevan di Soundcloud, dan masih banyak lagi. The list could be endless.

Di era ketika semua orang memiliki informasi, maka yang bisa stand out dan menjadi pemenang, adalah mereka yang bisa menjahit beragam informasi dan menciptakan peluangnya sendiri.

What an exciting era to learn!


Recommended Read about Learning:

Do Not Ever Quit. Finish It.

Orang sering mengatakan hal tersulit adalah memulai.

Saya sangat tidak setuju. Memulai adalah sesuatu yang mudah. Menyelesaikan apa yang telah kita mulai, itulah hal tersulit.

Memulai adalah sesuatu yang sangat mudah untuk dilakukan. Coba ingat saat pertama kali kita mencoba game Angry Birds. Pertama kali membuka ikonnya, lalu satu, dua, dan – paling lama – lima menit kemudian, kita sudah mengerti sepenuhnya apa yang harus dilakukan pada permainan ini. Yang harus kita lakukan adalah melempar burung-burung itu untuk menghancurkan bangunan dan mengirim babi-babi hijau itu ke neraka jahanam dengan membunuh mereka.

Well done. Kita telah mulai bermain.

Kita melewati satu level, menang, lalu terus berlanjut bermain ke level berikutnya. Beberapa kali kita menang dengan mudah, beberapa kali pula kita menang karena beruntung. Tapi lebih sering lagi, kita gagal dan kalah.

Ketika kita gagal, kita hanya perlu melakukan satu hal: mencoba lagi. Kita hanya perlu menekan tombol retry, dan bermain kembali. Tapi Angry Bird selalu memberi kita alternatif, apakah Anda ingin mencoba lagi, atau ingin keluar? Dan ketika kita memilih untuk keluar dan menekan tombol quitsmarphone kita selalu bertanya hal yang sama,

Are you sure want to quit?”

Terkadang kita ragu untuk keluar. Tapi lebih sering lagi, setelah gagal, kita sangat yakin untuk menekan tombol quit dan keluar. “Ya, game ini membosankan”. “Ah, buang-buang waktu aja gue main mulu”. “Udahan ah, kalah mulu gue”. Dan berbagai celotehan lainnya.

Apa yang ingin saya katakan adalah: Kehidupan kita dan segala yang ada di dalamnya sama seperti Angry Birds. Segala hal dalam kehidupan kita adalah sesuatu yang telah kita mulai. Dan satu-satunya tugas yang harus kita lakukan adalah menyelesaikannya. Konsisten melakukannya sampai akhir.

Kegagalan selalu menjadi bagian dari sesuatu yang kita mulai. Kegagalan selalu datang kepada kita, dIa adalah anugerah mulia yang turun dari langit untuk membuat kita belajar dan menjadi orang yang lebih kuat. Menjadi lebih hebat untuk menyelesaikan apa yang telah kita mulai.

Ketika kita gagal, kita hanya perlu untuk mencoba kembali.

Jangan pernah berhenti dan beralasan yang kita lakukan sangat membosankan dan buang-buang waktu.

Kita harus kembali bermain. Menghancurkan bangunan dan mengirim babi-babi hijau ke neraka jahanam.

Kita harus menyelesaikan apa yang telah kita mulai.

Sekarang, ingat kembali segala hal yang telah kita mulai: pekerjaan, cinta, bisnis, kuliah, dan yang paling penting, kehidupan kita.

Do not ever quit. Finish it.

Tulisan ini merupakan terjemahan dari tulisan saya Finish What You Have Started di Medium.com