https://api.soundcloud.com/tracks/236877623/stream?client_id=N2eHz8D7GtXSl6fTtcGHdSJiS74xqOUI?plead=please-dont-download-this-or-our-lawyers-wont-let-us-host-audio

Subjective Talk with Ario Pratomo (Part 2): Blogging & Menentukan Jodoh

Ario Pratomo adalah seorang pebisnis kargo yang lebih dikenal sebagai Tech Blogger. Setelah mengulik pandangannya tentang entrepreneurship di part 1, saya melanjutkan obrolan dengan Ario tentang bagaimana dia bisa membentuk personal brand sebagai Tech Blogger.

Personal brand yang kuat membuatnya diundang ke berbagai event keren untuk membuat liputan di blognya, seperti Youtube Fan Fest di Singapore sampai diundang ke NASA!

Selain obrolan soal personal brand dan blogging – well sejujurnya ini juga seru – saya ajak Ario untuk ngobrol tentang tema obrolan meja makan paling hits: nikah. Pandangan Ario akan sangat menarik karena dia pernah gagal dalam hubungan. Bukan pacaran, tapi pernikahan.

Ario sudah pernah menikah dua kali, dimana pernikahan pertamanya berujung dengan perceraian. Di Podcast ini, Ario berbagi pandangannya tentang pernikahan dan bagaimana menentukan bahwa she/he is the one. Tujuannya agar anak muda yang belum menikah bisa mengambil pelajaran dari apa yang dia rasakan.

Streaming di Soundcloud atau download dan jadikan podcast ini sebagai sohib di jalan atau teman di kosan.

Join me, and you will listen to my subjectivity.

Jangan lupa follow Instagram @sheggario dan subscribe vlognya di Youtube, ah dan satu lagi. Semoga persalinan @nuchabachri lancar dan selamat menjadi Ayah!

Further reading & listening:

https://api.soundcloud.com/tracks/236876327/stream?client_id=N2eHz8D7GtXSl6fTtcGHdSJiS74xqOUI?plead=please-dont-download-this-or-our-lawyers-wont-let-us-host-audio

Subjective Talk with Ario Pratomo (Part 1): Entrepreneurship

Saya
pertama kali mengenal Ario Pratomo (@sheggario) saat membaca tentang @CommaID,
coworking space di bilangan Wolter Monginsidi, Jakarta. Saat itu saya sedang
giat sekali belajar banyak soal desain dan industri kreatif. Bersama Rene
Suhardono, Yoris Sebastian, dan beberapa pegiat kreatif lain, Ario membuat
Comma dan turut memperkenalkan konsep Coworking Space ke banyak orang.

Dari sana,
saya mulai follow twitter dan baca blognya. Ario dikenal sebagai Tech Blogger, dan
beberapa waktu kemudian saya juga membaca profilnya di buku  #101YoungCEO sebagai pebisnis kargo.

Beberapa saat
setelah memulai Podcast Subjective, saya juga menemukan Podcast Ario di
soundcloud, judulnya #DiArioAkuDengar. Saya memberanikan diri email dan
ternyata responnya asik. Kami ketemuan dan ngobrol bareng tentang Podcast.

Sepekan
yang lalu, Ario whatsapp dan ngajakin kolaborasi. Saya sempat megap-megap
sebentar, soalnya orang ini belakangan tiap minggu selalu jadi co-host
#UltimateU di Kompas TV, acara favorit yang juga jadi inspirasi saya dalam
membuat Subjective Talk.

Ternyata punya kesempatan untuk bisa ngobrol bareng
dan featuring untuk Vlognya di Youtube.

Kami
ngobrol ngalor ngidul dan keasikan sampai jadi 1 jam. Karenanya, Subjective
Talk bersama Ario Pratomo akan dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama akan bicara tentang entrepreneurship.


Entrepreneurship dan Hidup Pasca Kampus

Untuk kalian yang berpikir untuk membuat bisnis sendiri setelah lulus kuliah, cerita Ario di sini akan jadi pelajaran yang berharga.

Pertanyaan-pertanyaan saya ke Ario berawal dari keresahan pribadi menanggapi populernya entrepreneurship. Entrepreneurship sedang booming dimana-mana, apalagi di kalangan pemuda. Kisah sukses para pebisnis
sukses mulai dari Steve Jobs (Apple) sampai pahlawan lokal seperti Achmad Zaky
(Bukalapak) makin semarak kita dengar dan baca di berbagai media. Tapi apakah berbisnis semanis itu? Apakah semua orang harus menjadi pengusaha dan punya bisnis sendiri?

Ario bercerita tentang pilihannya bekerja selama 2 tahun setelah lulus kuliah, baru kemudian membuka bisnis sendiri. Perbincangan sangat menarik karena Ario adalah pebisnis yang tidak menyarankan anak muda untuk berbisnis.

Streaming di Soundcloud atau download dan jadikan podcast ini sebagai sohib di jalan atau teman di kosan.

Join me, and you will listen to my subjectivity.

Jangan lupa follow Instagram @sheggario dan subscribe vlognya di Youtube.


Further reading & listening: