Subjective Talk with Panji Aziz: Cerita Membangun Gerakan Sosial di Banten

Subjective Talk with Panji Aziz: Cerita Membangun Gerakan Sosial di Banten

Saya pertama bertemu Panji waktu sama-sama mengisi sebuah acara di IPB.

Tidak banyak anak muda yang konsisten melakukan gerakan sosial, dan Panji salah satunya.

Dari sekadar niat abstrak “ingin membuat karya yang membantu daerah saya”, Panji membangun Isbanban Foundation hingga menjadi gerakan yang sustainable, membuatnya diundang Kick Andy, dan mendapatkan pengakuan di berbagai forum internasional. Tapi yang jauh lebih penting: memberi impact nyata buat ratusan anak-anak di Banten.

Di Episode ini, Panji bercerita tentang perjalanannya membangun Isbanban sejak kuliah, menjalankan organisasi dengan basis relawan, dan tips praktis dalam membangun organisasi sosial.

Buat teman-teman BEM atau komunitas yang sedang/ingin membangun gerakan sosial, cerita Panji akan sangat membantu membangun mindset yang benar dan menjalankan rencana yang tepat.

View this post on Instagram

Saya pertama bertemu @panjiaziz di IPB waktu sama-sama mengisi sebuah acara. Tidak banyak anak muda yang konsisten melakukan gerakan sosial, dan Panji salah satunya. Dari sekadar niat abstrak “ingin membuat karya yang membantu daerah saya”, Panji membangun Isbanban Foundation hingga menjadi gerakan yang sustainable, membuatnya diundang Kick Andy, dan mendapatkan pengakuan di berbagai forum internasional. Tapi yang jauh lebih penting: memberi impact nyata buat ratusan anak-anak di Banten. Di Episode ini, Panji bercerita tentang perjalanannya membangun Isbanban sejak kuliah, menjalankan organisasi dengan basis relawan, dan tips praktis dalam membangun organisasi sosial. Buat teman-teman yang sedang/ingin membangun gerakan sosial, cerita Panji akan sangat membantu membangun mindset yang benar dan menjalankan rencana yang tepat. Link di bio Join me, and you will listen to my subjectivity #SubjectiveTalk

A post shared by Iqbal Hariadi (@iqbalhape) on

Join me, and you will listen to my subjectivity

https://api.soundcloud.com/tracks/343220949/stream?client_id=N2eHz8D7GtXSl6fTtcGHdSJiS74xqOUI?plead=please-dont-download-this-or-our-lawyers-wont-let-us-host-audio

Subjective Talk with Archie Wirija: Musik, Quran ID Project, & Berproses Jadi Baik

You gotta listen to this.

Even for me, this is one of my own favorite interview.

Saya pertama kali kenal Archie dari sosmed karena @quranidproject sebelumnya sudah duluan hits. Gimana ga hits, pertama keluar langsung dengan nama-nama beken seperti Afghan dan Raisa

Lalu pertama kali ketemu di sebuah acara, dan dia juga nyapa sebelum saya. Lah, kenal dari mana?

“Gue liat Youtube lo”

Saya langsung sumringah, sedap sekali bapak ini. Artis mana coba yang lihat Youtube saya.

Dan entah kenapa, saya dapat banyak banget request supaya saya ngobrol bareng Archie di #SubjectiveTalk.

Akhirnya saya janjian dan main ke studio @quranidproject bareng @desireenasfhia. Kita ngobrolin banyak hal seru, mulai dari positive vibes yang selalu dikeluarkan Archie, kehidupannya semasa kuliah, kecintaannya pada dunia musik, kedekatannya dengan banyak artis dan musisi, hingga cerita tentang project yang dia jalankan sekarang.

Obrolan yang menyenangkan tentang semangat positif dan value berbagi kebaikan yang universal buat anak muda Indonesia.

Join me, and you will listen to my subjectivity.

https://api.soundcloud.com/tracks/330701488/stream?client_id=N2eHz8D7GtXSl6fTtcGHdSJiS74xqOUI?plead=please-dont-download-this-or-our-lawyers-wont-let-us-host-audio

Subjective Talk with Pandu Kartika: Cerita Code4Bandung & Gerakan Anak Muda

Di #SubjectiveTalk kali ini, saya ngobrol dengan Pandu Kartika Putra.

Pandu dikenal sebagai aktivis open data di Bandung.

Aktif mengikuti kegiatan exchange dan konferensi di berbagai negara, Pandu memulai gerakan Code4Bandung: sebuah gerakan yang mendorong kolaborasi pemerintah dan publik Bandung untuk menyelesaikan masalah sosial menggunakan teknologi.

Di episode ini, Pandu bercerita tentang perjalanan dia membangun Code4Bandung; memulai gerakan dari nol, menjalin kerjasama dengan pemerintah kota, formula menggerakkan warga kota, tips networking, hingga lessons learned untuk anak muda yang ingin atau sedang memulai gerakan.

Semoga bisa menginspirasi untuk gerakan anak muda lainnya.

Join me, and you will listen to my subjectivity.

https://api.soundcloud.com/tracks/327523779/stream?client_id=N2eHz8D7GtXSl6fTtcGHdSJiS74xqOUI?plead=please-dont-download-this-or-our-lawyers-wont-let-us-host-audio

Subjective Talk – Cerita Kuliah di Madinah & Belajar Tentang Islam

Sebulan yang lalu, saya dapat kesempatan untuk bisa pergi ke dua tanah suci: Mekkah & Madinah.

Awalnya pergi ke Jeddah untuk sebuah conference, saya juga menyempatkan mampir ke Mekkah untuk umroh, dan tak lupa ke Madinah untuk sholat di Masjid Nabawi. Dan mengunjungi teman-teman saya di sana.

Ada beberapa teman saya semasa pesantren yang sedang berkuliah di Madinah.

Asep dari Ciamis, Mubarok dari Pontianak, dan Dzahabie dari Bali.

Saya menginap di asrama mereka, dan kami ngobrol dan cerita banyak hal.

Then it hit me. Saya harus mengajak mereka untuk ngobrol di #SubjectiveTalk.

Rasanya cukup banyak obrolan tentang kuliah science, engineering, law, dan social science di Eropa dan Amerika. Tapi bagaimana dengan kuliah agama di timur tengah?

Di #SubjectiveTalk kali ini, saya ngobrol tentang cerita mereka berkuliah di Madinah, apa yang dipelajari selama di sana, cara belajar agama Islam yang benar, dan opini tentang isu keragaman pasca Pilkada di Indonesia.

Semoga obrolan ini bisa menjadi wawasan positif tentang Islam dan perdamaian Indonesia 😃

Join me, and you will listen to my subjectivity.

#Subjective Talk with Adriano Qalbi: Lo Pikir Lo Keren

Ini kedua kalinya saya ngobrol bareng Adri di Podcast. Technically, sebenarnya tiga kali; tapi yang kedua filenya hilang waktu transfer dari handphone ke laptop. Dodol memang, padahal obrolannya juga seru parah.

Di episode ini, kita ngobrol ngalor ngidul tentang komedi, pandangan politik, dan sosial media. You can listen it directly in my podcast (klik di sini), tapi yang lebih penting, episode ini ada karena Adri bikin show ke-2 untuk specialnya: Lo Pikir Lo Keren.

Saya mau cerita soal show ini, karena ini adalah show stand up comedy yang saya tunggu sejak lama.

Saya sudah nonton show yang pertama 28 Januari kemarin: saya beli tiket gold, duduk barisan ke-2 paling depan, dan saya capek banget ketawa pulang dari sana

This guy, is a true artist.

Adri adalah salah satu pekerja seni favorit saya. Seperti banyak pekerja seni sejati, dia beneran cuma mau berkesenian – dalam hal ini berkomedi – dengan caranya sendiri.

Dia ga mau jadi pembawa pesan. Dia ga peduli tentang politically correct.

Dia bahkan ga pake musik, ga pake gimmick.

Dia cuma mau jadi komedian dengan misi sederhana: being funny. Nanti kalau kalian beneran nonton Adri, jangan kaget liat orang ini baca contekan untuk bawain materi.

Karena dia cuma mau lucu.

“Stand up comedy itu adu lucu, bukan adu ngapal”, begitu katanya.

image

see those papers in the floor?

Saya sudah pernah nonton orang ini Live dua kali, dan dua-duanya baca contekan.

Tapi jokenya super lucu. Deliverynya mantap. Set listnya berputar dari soal fenomena sosial media, kondisi politik, sampai berisiknya suara hairdryer. Saya ga bisa cerita soal joke-nya, tapi dua kali saya nonton dia, pulangnya selalu mau hilang suara karena capek ketawa.

“Gue cuma pengen dijudge karena lucu. Kalo bukan karena lucu, gue ga peduli”

This kind of thinking yang bikin saya kesengsem berat sama Adri sebagai pekarya.

Di tiap jokenya, lo akan tersadar bahwa selama ini lo cuma keren di otak lo doang.

Bit demi bit adalah autokritiknya buat diri sendiri, dan juga buat semua orang yang datang: Lo Pikir Lo Keren.

Padahal sih ya, ga tau juga beneran keren atau engga. Lo coba denger sendiri dan coba tanya lagi.

Tapi saya berani pastikan: kalo referensi kita sama, show ini lucu banget. Tiga Opener Adri juga mengerikan: Ben Dhanio, Patra Gumala, dan Kukuh. Semuanya pecah.

image

Line up super yang memastikan satu hal: you will have a good night.

Sabtu 4 Maret di Gd. Pertunjukan Bulungan.

Hari ini (28 Februari), hari terakhir bisa beli tiketnya secara online. Sisanya harus OTS dan rebutan.

Beli tiketnya di shout.id/lopikirlokeren.

https://api.soundcloud.com/tracks/297513386/stream?client_id=N2eHz8D7GtXSl6fTtcGHdSJiS74xqOUI?plead=please-dont-download-this-or-our-lawyers-wont-let-us-host-audio

Subjective Talk with Agus Z – Cerita Hidup Setelah Sekolah, Tanpa Kuliah

Bisa dibilang, ini cerita #SubjectiveTalk yang paling beda dari tamu-tamu saya sebelumnya.

Jika sebelumnya banyak bercerita tentang kehidupan semasa atau pasca kuliah, yang ini justru tidak kuliah.

Namanya @aguszaee, teman yang saya kenal di pelatihan @siaware di Bandung. Agus tipikal joker sunda; rame, periang, dan suka ngabodor. Selama lima hari di pelatihan, saya banyak ngobrol dengan Agus, yang ternyata punya bisnis hits di Bandung: @martabakmonkey.

Dalam obrolan kita, ternyata cerita di balik bisnisnya lebih seru lagi. Lulus dari sekolah, Agus sempat mencoba kuliah dan gagal. Sempat menganggur, Agus akhirnya memutuskan bekerja: pernah menjadi kuli, tinggal lama jauh dari rumah, hingga akhirnya bertemu partner dan memulai bisnis yang sekarang.

Sepulang 5 hari pelatihan – meski mabok perjalanan – saya memaksa Agus untuk mau cerita. Akhirnya kami ngobrol dan rekaman di salah satu kafe di Dago.

Agus bercerita tentang pengalaman hidupnya setelah sekolah, awal mula dia berbisnis, hingga opininya terhadap mereka yang beruntung bisa berkuliah. Satu sudut pandang baru yang menarik untuk kamu yang pernah atau masih berkuliah.

Join me, and you will listen to my subjectivity .

https://api.soundcloud.com/tracks/293894003/stream?client_id=N2eHz8D7GtXSl6fTtcGHdSJiS74xqOUI?plead=please-dont-download-this-or-our-lawyers-wont-let-us-host-audio

Subjective Talk with Alia Noor Anoviar: Perjuangan Merantau, Kuliah, dan Berkarir di Kota

Saya tidak ingat pasti kapan pertama kali kenal dengan Alia.

Tapi saya ingat dulu ada masanya ketika Alia hampir selalu ada di acara kampus yang bertemakan social, entrepreneurship, or anything in between. Alia dan bisnis sosialnya – Dreamdelion – telah menjadi inspirasi bagi banyak gerakan bisnis sosial lain di berbagai kampus.

Alia memulai Dreamdelion, gerakan pemberdayaan sosial di bantaran kali Manggarai sejak 2012. Sejak saat itu, Alia dan kegiatannya di Dreamdelion banyak diliput di berbagai media online, cetak, maupun TV.

Tapi di balik ceritanya bersama Dreamdelion, Alia punya lebih banyak cerita berharga tentang hidupnya.

Alia yang berasal dari Jember, harus berjuang keras untuk bisa berkuliah di Universitas Indonesia. Dia harus beradaptasi dengan kultur ibukota, bekerja keras untuk mengejar prestasi, dan bertahan hidup dengan beasiswa.

Sejak SMA, Alia sudah menjadi hustler untuk mengejar mimpi-mimpinya, hingga kini bisa berkarir di ibukota dan setahun belakangan sedang menjalankan projectnya sambil keliling ke berbagai kota di Indonesia.

Di Subjective Talk kali ini, Alia berbagi cerita hidupnya: mencari uang sejak SMA, berjuang mengejar mimpi berkuliah di UI, merantau jauh ke ibukota, menjalankan bisnis sambil berkuliah, hingga berkarir sambil terus berjejaring dengan mahasiswa.

Ada banyak cerita seru tentang perjuangan, konsistensi, dan berani bermimpi.

Join me, and you will listen to my subjectivity.

https://api.soundcloud.com/tracks/289285490/stream?client_id=N2eHz8D7GtXSl6fTtcGHdSJiS74xqOUI?plead=please-dont-download-this-or-our-lawyers-wont-let-us-host-audio

Subjective Talk with @dokterfina: Menjadi Dentist, Sosial Media, & Suara Cerita

#SubjectiveTalk is back!

Di episode ini, saya ngobrol bareng @dokterfina, seorang dokter gigi yang juga aktif sebagai penyiar radio, dan hits di Tumblr dan Soundcloud karena project Suara Cerita.

Sebenarnya sudah cukup lama saya mencari waktu untuk episode ini, dan baru bisa rekaman di awal bulan kemarin.

Saya selalu penasaran menggali cerita di balik layar – not exactly the scene, but, you know what i mean. Di obrolan random ini, saya mencoba menggali cerita di balik layar @dokterfina.

Fina cerita tentang imej dokter gigi, pengalamannya menjalani kuliah sambil siaran radio, hingga cerita-cerita unik sebagai artis sosial media.

Download atau streaming di aplikasi Podcast, Player FM, iTunes, dan Soundcloud.

Join me, and you will listen to my subjectivity.

https://api.soundcloud.com/tracks/268148662/stream?client_id=N2eHz8D7GtXSl6fTtcGHdSJiS74xqOUI?plead=please-dont-download-this-or-our-lawyers-wont-let-us-host-audio

Subjective Talk with Sandika Dewi: Story About Rising From Bullying

Beberapa waktu yang lalu, saya kembali rekaman Subjective Talk.

Di episode kalo ini, saya ngobrol santai dengan teman saya @sandika_dewi, seorang penyiar di NET Radio Box, seorang MC, dan pembicara publik.

Saya kenal Sandika di Forum Indonesia Muda. Siapapun yang bertemu Sandika akan bertemu dengan pembawaannya yang selalu semangat dan ceria.

Melihat pekerjaannya sekarang, sangat menarik mengetahui bahwa Sandika dulunya adalah anak yang pendiam dan tidak percaya diri. Dia pernah mengalami masa-masa bullying selama SD dan SMP.

Serunya, Sandika sudah melalui masa itu dan bangkit menjadi orang yang berbeda. Semua itu sudah jadi masa lalu. Dan saya baru sadar, ciri-ciri orang yang sudah move on sepenuhnya adalah mau berbagi masa lalunya sebagai pelajaran untuk orang lain.

Dan di episode kali ini, Sandika membagikan ceritanya.

Dalam obrolan ini, Sandika berbagi berbagai bully yang dia alami, pengaruhnya pada perkembangannya sebagai remaja, serta bagaimana dia bangkit dan menjadikannya alasan kuat untuk bertumbuh menjadi lebih baik.

Streaming via Soundcloud, Stitcher, dan iTunes. Atau download dan jadikan podcast ini sebagai sohib sahur atau buka puasa di jalan.

Join me, and you will listen to my subjectivity