Social Media Week Jakarta 2016: Hidden Miracle in Tumblr

Jumat 26 Februari lalu, saya datang ke Senayan City atas undangan @tumblr-indonesia. Bersama @mamang-nasiuduk dan @prawitamutia

Buat saya pribadi, kesempatan untuk bercerita di panggung Social Media Week Jakarta terasa sangat spesial karena banyak hal.

Pertama, Social Media Week adalah konferensi tingkat global yang diselenggarakan tidak hanya di Jakarta. Di pekan yang sama tahun ini, SMW juga diadakan di Hamburg, Lagos, dan New York. Dengan mengikuti linimasa di twitter, saya tahu saya jadi bagian kecil dari ajang besar yang melibatkan ribuan orang di seluruh dunia.

Kedua, saya cukup norak untuk melihat foto saya ada di jajaran orang-orang keren di daftar speaker Social Media Week. Daftar ini berisi banyak manusia keren di dunia sosial media, mulai dari kreator, influencer, hingga praktisi industri.

image

Orang yang kenal saya akan cukup maklum bahwa saya orang yang norak dengan banyak hal. Dan saya sulit – lebih tepatnya malas – menutupi sifat norak saya ketika waktunya untuk norak tiba. 

Ketiga, ini salah satu panggung terasik yang pernah saya coba. Layar hi-res yang besar di background, layar kecil berisi slide di kiri bawah, dan layar kecil yang menunjukkan timer di kanan bawahjadi komponen yang membuat pengalaman bercerita jadi sangat nyaman. Dan yang lebih bikin norak asik, kami tidak menggunakan mic yang dipegang, tapi mic wireless semacam headset yang dipasangkan di daun telinga. Tak jauh beda dengan yang sering dipakai Agnez Mo nyanyi sambil joged macam orang kesurupan.

Keempat, secara personal, SMW ini jadi ajang spesial karena bagi saya merupakan milestone besar sejak saya ngeblog di Tumblr tahun 2010. Di SMW, saya bercerita tentang bagaimana saya menggunakan Tumblr sebagai rumah saya untuk berkarya. Dan mengapa buat saya jadi milestone besar, saya ceritakan dalam presentasi saya di panggung Social Media Week kemarin.

Rekamannya bisa ditonton di channel Youtube Komunitas Tumblr Indonesia.

Terakhir, SMW jadi spesial karena ini jadi Meetup komunitas Tumblr kedua yang saya ikuti. Setelah sebelumnya ikutan Tumblr Gathering bareng teman-teman @tumbloggerkita di Jakarta, SMW jadi acara kedua dimana saya bisa bertemu langsung dan bertatap muka dengan pengguna Tumblr lainnya. Selalu menyenangkan bisa berbagi tentang pengalaman saya menggunakan Tumblr, serta berjabat tangan dan kenal langsung dengan sesama pecinta Tumblr di luar sana.

Terima kasih untuk kesempatannya bercerita. Mari terus gunakan Tumblr untuk berkarya!

Sekitar sebulan yang lalu, saya dapat whatsapp dari @fajrinaananda, salah satu teman Tumblr yang waktu itu pernah ikutan Mendadak Meetup di Depok.

Dia menanyakan availibility saya di akhir bulan Februari. Waktu saya tanyakan kenapa, katanya karena ingin ajak saya untuk ngobrol bareng soal Tumblr di acara Social Media Week Jakarta.

“Social Media Week? Really?”

Di whatsapp saya tetap kelihatan sok cool, tapi sebenarnya saya norak luar biasa.

Untuk yang belum tahu, Social Media Week adalah platform dan jejaring konferensi global yang membahas berbagai ide, inovasi, dan cerita tentang sosial media. Singkatnya, selama satu pekan, Social Media Week menawarkan berbagai talks yang mengupas bagaimana sosial media mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berkarya.

Tahun 2016 ini, Social Media Week Jakarta akan berbarengan dengan kota Hamburg, Lagos, dan New York.

Ini akan jadi Meetup yang seru. Kita akan seru-seruan ngobrolin Tumblr sebagai rumah tempat kita berjejaring dan bertukar ide. Kita bakal bahas lebih dalam tentang rumah tempat kita berbagi keresahan dan kanvas tempat kita berkarya.

Catat waktunya: Jumat, 26 Februari 2016 di Senayan City Lt. 8, jam 16.50-18.20 WIB.

Selain saya, akan ada @prawitamutia, Rudy @mamang-nasiuduk dari @tumblr-indonesia, dan 55 orang lain yang sudah terdaftar di sana.

Untuk ikutan, silakan klik http://socialmediaweek.org/jakarta/events/komunitas-tumblr-indonesia-meetup/, klik Register dan daftar dengan isi beberapa info di sana.

It’s free. Ga pake syarat. Ga perlu bawa apa-apa.

Sampai jumpa untuk obrolan hangat dan jabat tangan erat!

image

Ga Pake Syarat, Ga Perlu Bawa Apa-Apa

Saya sebenarnya orangnya ga bisa ngopi. Maksudnya minum kopi yang beneran kopi, misalnya kopi hitam atau yang namanya macam-macam seperti Arabica Gayo, Mochiatto, atau Latte Americano. Pokoknya yang kopi beneran kopi pahit. Kalo kopi manis semacam kopi susu ABC atau Luwak White Coffee – yang kata pecinta kopi bukan beneran kopi – saya masih bisa.

Masalahnya ada di lambung saya yang sensitif dan karena kopi berat beberapa kali membuat saya megap-megap. Tapi sejujurnya, saya selalu menikmati obrolan hangat yang tercipta ketika ngopi. Dengan menjamurnya warung kopi di mana-mana, saat ini istilah ngopi mengalami pergeseran makna menjadi nyeruput minuman sambil nongkrong dan berdiskusi. Minumannya sendiri bisa apa saja, dan sebenarnya itu justru hanya sebagai pelengkap. Aktivitas utamanya adalah interaksi dan berdiskusi.

Tumblr dan sosial media membuat saya berkenalan dengan banyak orang. Tapi saya tidak pernah mau menganggap kenal hanya karena pernah berinteraksi di layar kaca. Saya harus bertemu di dunia nyata.

Itulah mengapa, tiga bulan terakhir saya selalu memanfaatkan kesempatan untuk meetup dadakan. Bertatap muka dan berdiskusi langsung dengan orang-orang yang sebelumnya hanya kenal di layar kaca.

Meetup dadakan pertama waktu ada pekerjaan yang mengharuskan saya ke Depok. Lalu langsung kepikiran untuk bikin meetup bareng @prawitamutia dan mengajak siapapun yang mau ikutan. Dengan ajakan H-1, terkumpul 8 orang yang ternyata wanita semua, saya pria sendiri. Berasa Abdel di pengajiannya Mama Dedeh. 

image
image

Di diskusi kecil ini, Mutia cerita banyak soal tulis menulis dan bukunya Teman Imaji. Kami juga saling berbagi cerita tentang kuliah dan persiapan memasuki dunia setelahnya.

Saat ada pekerjaan yang mengharuskan saya ke Bandung, saya langsung terpikir untuk melakukan hal yang sama. Saya ajak @satriamaulana ketemuan dan saya buat undangan terbuka untuk siapapun di Bandung ikutan. Akhirnya pagi itu kita ngopi berlima bareng @aksarannyta, @hiperbolakata, dan @eleftheriawords.

Obrolannya dimulai dengan aktivitas, bisnis, pilihan setelah kuliah, melawan plagiarisme dalam berkarya, lalu ujung-ujungnya diisi dengan petuah Satria tentang separuh agama.

image

Beberapa waktu kemudian, juga di Depok, saya juga diajak untuk ketemuan dengan duo seniman Tumblr yang baru pertama kali ketemuan, @kurniawangunadi dan @dokterfina. Hadir juga @albertashendy@ilmaalya, dan beberapa teman masgun dari FIM. Masgun mengisi acara di RIK UI dan setelah itu kita ngopi. Secara harfiah yang minum kopi hanya masgun, tapi kami semua diskusi hangat di meja makan yang sama.

image

Well, semuanya dadakan, ga ada yang benar-benar direncanakan.

Tapi semuanya memberikan perkenalan yang menggembirakan dan diskusi yang menghangatkan. Pertemuan-pertemuan kecil seperti ini perlu diperbanyak, agar kita bisa mengenal manusia di ujung sana sebenar-benarnya. Agar kita tidak terperangkap dalam asumsi-asumsi di balik layar kaca.

Kalau ada rencana ketemuan, jangan ragu ajak-ajak kita ikutan. Dan kalau nanti saya bikin lagi meetup dadakan, siapapun welcome to join; ga pake syarat, ga perlu bawa apa-apa. 

Salam ngopi!

tumbloggerkita:

Mark the date! Regist from now! And see you on 1st November 2015

Regist : DWI (DWIFPUTRI / 528092DA / 087882308772)
For more info: ANDHIKAHADIP (LINE) / MOMO 081192233332 (SMS, WA, Line)

KUOTA TERBATAS!

Tumblr Meetup!

Saya masih suka amaze sendiri melihat Tumblr bisa menumbuhkan komunitas penggunanya. Sementara di platform lain orang lain berkumpul karena kesamaan konten (misal: komunitas berkebun di facebook atau komunitas nebengers di twitter), di Tumblr orang berkumpul ya karena Tumblr nya. Karena platform nya.

Rasanya, hanya Tumblr yang bisa punya fenomena semacam ini. Ga ada kan komunitas Path atau Twitter?

Karenanya, meetup juga menjadi bagian yang diurusi secara serius oleh Tumblr untuk menumbuhkan komunitas. Komunitas yang mendaftarkan meetupnya di halaman https://www.tumblr.com/meetups akan dikirimi Meetup Kits gratis oleh Tumblr.

image

Notes, badge, pin, stiker.

Sayangnya Tumblr belum punya kantor di Indonesia.

But that’s fine. Kumpul-kumpulnya pasti tetap seru. Untuk panitia, saya sangat-sangat-sangat menyarankan untuk mendaftarkan meetup ini di halaman https://www.tumblr.com/meetups/organize. Nanti meetupnya akan terdaftar di halaman Tumblr dan anak Tumblr bisa RSVP melalui Tumblr. Tampilannya kurang lebih akan seperti ini. Orang yang sudah login Tumblr dan mau ikut tinggal klik “I’ll be there!” di kanan atas dan otomatis RSVP.

image

Saya akan ikutan juga. Semoga jadi dan tidak ada halangan.

Ah, satu lagi. Bisa nitip panitia buat ini?

image

Sekadar saran. Semoga lancar berjalan.

Yuk ikutan!