Kapal Kemanusiaan Untuk Rohingya

Alhamdulillah, kamis kemarin (21/9), saya dapat pengalaman luar biasa di Surabaya.

Saya, @ahmmujahid,  dan @gemilangtramadhan mewakili Kitabisa.com untuk ikut acara keberangkatan Kapal Kemanusiaan untuk Rohingya. Kami pergi super pagi dengan pesawat jam 4 dari Jakarta. Setelah hampir gagal berangkat karena drama di bandara, akhirnya kami sampai jam 5.30 di Bandara Juanda, Surabaya.

Di sana, kami langsung bergabung dengan perwakilan dari Pemkot Bandung dan Tim ACT dan berangkat bareng ke Pelabuhan Tanjung Perak.

Ini pertama kalinya juga saya main ke pelabuhan Tanjung Perak, yang sebelumnya hanya tahu dari lagu “Tanjung Perak tepi laut, siapa suka boleh ikut”.

Sampai di sana, ada beberapa acara seremoni yang juga dihadiri oleh Bu Menteri Sosial Khofifah Indar Parawarsa. Lalu dilanjutkan dengan pelepasan kapalnya di pelabuhan.

Kapal ini membawa 2.000 ton beras, hasil bantuan dari berbagai galang dana masyarakat Indonesia untuk Rohingya. Termasuk 19ribu lebih #OrangBaik yang donasi via Kitabisa.com.

Kapalnya gede banget. Bawa kontainer-kontainer berisi 80.000 karung beras. Dan merinding banget lihat banyak logo di spanduk raksasa, dari berbagai organisasi, lembaga, dan urunan masyarakat, semua ikutan bantu buat kemanusiaan.

Bukti nyata orang Indonesia  solid banget kalo urusan kemanusiaan. Semoga kebaikannya balik lagi untuk kita semua.

Bonus: sempet selfie sama Bu Mensos Khofifah. Semoga sehat selalu bu 🙂

Biologeek, Now on Webtoons!

Setelah sekian lama meramaikan dunia instagram, untuk lebih kekinian dan bisa reach out ke lebih banyak netizen dan millennials, kini Biologeek juga hadir di Webtoons!

Biologeek juga mulai bikin komik-komik simpel yang bermuatan pengetahuan biologi. Sesuai misi saya dan Akmal di awal: sebagai sarjana sains, kami ingin mempopulerkan biologi lewat karya kreatif. Dan inilah karya kami.

Itulah juga kenapa kami masukkan komik Biologeek di kategori Slice of Life; karena semacam snack, banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dari potongan kehidupan makhluk hidup lain. Dan ini yang ingin kami persembahkan untuk pendidikan Indonesia! 

Cek Webtoons kita di link ini, jangan lupa klik Favorit, like, dan comment di komik kita.

Salam kreatif!


Further read:

Words Of Life Season 5 

Setelah cukup lama tidak posting tentang #WordsOfLife, saya diingatkan kembali oleh salah satu pertanyaan yang masuk di inbox.

#WordsOfLife adalah project kolaborasi online antara saya dan Akmal (ilustrator): membuat pun dari berbagai jenis hewan dan tumbuhan.

#WordsOfLife is me and @biologeek listening to life creatures telling us many things.

Semua proses kolaborasi dilakukan secara online, terutama melalui whatsapp. Kami melakukan postingan secara berkala di Instagram, dan sangat gembira dengan apresiasi yang didapatkan dari berbagai kalangan.

September kemarin, Biologeek juga diliput Sunday Magazine, dan salah satu desain kami dijadikan cover! Versi digitalnya bisa dibaca di sini.

Di #WordsOfLife Season 5 ini, kami mengumpulkan 5 pun yang bisa digunakan untuk obrolan sehari-hari.

Follow instagram @biologeek dan cek koleksi #WordsOfLife season sebelumnya:

Thank you very moth!

This guy right here, is a talented artist.

Akmal namanya. Bisa gambar, senang bikin kerajinan, dan passionate soal pendidikan. Waktu jaman kuliah, suka bikin alat-alat peraga yang unik dan aneh buat presentasi.

Somehow, I envy his skills. Saya pengen banget bisa gambar tapi skill gambar saya ga segitunya. Sementara itu, keinginan buat ngasah skill gambar juga ga segitunya. Jadi ya mentok aja, belum kemana-mana.

Akhirnya yang saya lakukan adalah ngajakin Akmal kolaborasi. Saya bikin apa yang saya bisa, dan saya minta Akmal yang jadi ilustratornya. Lalu muncul lah ide#WordsofLife,@biologeek, dan semua gambar-gambar yang belum seberapa, tapi akhirnya beneran jadi karya.

Weekend kemarin, kami nekat pameran di Popcon Asia. Karyanya sih belum banyak, dan ga seberapa. Tapi saya selalu berprinsip: yang namanya berkarya mah berkarya aja dulu, lalu tunjukin ke semua orang. “Steal like an artist, and then show your work”, kata Austin Kleon.

Atau meminjam istilah Chandra Liow: Gapapa Jelek Yang Penting Sombong. Sombongin dulu, pede-in aja dulu. Kalo diapresiasi kita makin pede. Kalo dikritik kita jadi belajar. Ga akan ada ruginya sama sekali.

And you know what?

3 days at Popcon Asia were amazing.

Kami ketemu dengan orang-orang yang mengapresiasi karya kami.

Orang-orang yang ketawa baca plesetan “pun” dan ilustrasi yang kami buat. Orang-orang yang bilang karya kami harus dibuat lebih banyak. Orang-orang dari penerbit yang tanya apakah kami akan buat buku. Teman-teman yang bela-belain datang “hanya” untuk foto dan support. Seniman dan ilustrator yang kami idolakan dan mau menukarkan karya mereka dengan karya kami yang pemula.

Those moments, are priceless.

Momen-momen itu yang bikin saya ketagihan berkarya. Bikin saya ingin terus bikin sesuatu yang baru, ingin bikin apa pun yang saya suka, lagi dan lagi.

Di titik ini, saya benar benar belum tahu. Tapi saya penasaran apa lagi yang akan kita buat dan perjalanan macam apa yang ada di depan.

Mungkin terdengar lebay. But I am really looking forward to whatever comes our way 🙂

Tidak terasa sudah satu tahun sejak pertama kali episode pertama Podcast Subjective mengudara di dunia maya.

Saya juga baru sadar kira-kira dua minggu yang lalu, waktu @adrianoqalbi merayakan #PAMUltah, dan saya baru ingat, Podcast Awal Minggu-nya Adri yang membuat saya memutuskan saat itu, “oke, emang harus sekarang waktunya”.

Baru kemudian saya cek tanggal rilis episode pertama saya: 16 Agustus 2015.

Keinginan punya Podcast sendiri udah ada dari setahun sebelumnya, simply karena saya juga suka mendengarkan Podcast. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk coba menuangkan keresahan di medium yang baru. Jika selama ini hanya tulisan, maka saya coba untuk bikin medium yang buat saya bisa bersuara lebih bebas, bisa beropini lebih puas.

Selama satu tahun, total ada 14 Episode Podcast Subjective: 8 episode Reguler, dan 6 episode Talks.

Nothing makes me happier than knowing my podcast means something to someone out there. Tiap saya baca komentar/message/tweet yang bilang bahwa Podcast saya berarti sesuatu buat seseorang di luar sana, rasanya saya selalu berkaca-kaca.

Dan satu tahun ternyata ga berasa.

Podcast saya masih belum ada apa-apanya, masih banyak salahnya, masih tidak konsisten polanya.

Tapi saya berani bilang bahwa Podcast ini karya kebanggaan saya. Karya yang saya tahu akan terus membesar dan bertumbuh bersama saya.

Terima kasih telah jadi bagian dari perjalanan selama satu tahun ini

Terima kasih untuk semua yang mau menyempatkan waktunya, membayar dengan kuotanya, dan ikut meramaikan diskusinya

Terima kasih sudah mau menghargai karya saya 🙂


Untuk menandai satu tahun Podcast Subjective, saya mau ngajak teman-teman untuk ikutan bikin episode khusus. Saya mau bikin kompilasi audio dari pendengar Subjective. Bikin voice message 30-60 detik: sebutkan Nama + Asal + Episode podcast subjective favorit dan sebutkan alasannya. Kirim voice message ke line iqbal.hariadi. Voice message favorit akan saya kirimkan artwork desain saya sendiri. Looking forward!


Playlist Podcast Subjective

Saya percaya pada hukum probabilitas. Bahwa semakin banyak kita mencoba, semakin besar pula peluang kita untuk berhasil.

Kita seringkali lupa bahwa gagal adalah bagian dari perjalanan. Kita tidak akan berhasil dengan menghindarinya; justru kita harus melaluinya untuk mencapai keberhasilan di ujung sana.

Saya ingin lebih berani menerima kegagalan.

2016 sudah setengah perjalanan. Masih ada waktu untuk lebih banyak jatuh dan belajar.

Fail fast. Succeed faster.

Words Of Life Season 4: Relationship

Setelah cukup lama tidak posting tentang #WordsOfLife, saya diingatkan kembali oleh salah satu pertanyaan yang masuk di inbox.

#WordsOfLife adalah project kolaborasi online antara saya dan Akmal (ilustrator biologeek): membuat pun yang lucu dari berbagai jenis hewan dan tumbuhan.

#WordsOfLife is me and @biologeek listening to life creatures telling us many things.

Semua proses kolaborasi dilakukan secara online, terutama melalui whatsapp. Kami melakukan postingan secara berkala di Instagram, dan sangat gembira dengan apresiasi yang didapatkan dari berbagai kalangan. Berawal dari iseng mengisi waktu luang berkarya, #WordsOfLife kini bahkan bisa menjadi alternatif emoji atau meme dalam percakapan di sosial media.

Di Season 4 ini, kami mengangkat 5 tumbuhan yang berbicara soal relationship.

Follow instagram @biologeek dan cek koleksi #WordsOfLife season sebelumnya:

Salam kreatif!

Saat sedang menuruni timeline Facebook, saya bertemu postingan ini.

Baca perlahan, dan entah kenapa saya tersenyum sambil berkaca-kaca.

Betapa bahagianya punya hidup yang bermanfaat.

Yang tiap langkahnya adalah aktivitas berbagi.

Yang tiap kalimat yang dituliskannya adalah inspirasi.

Yang adanya ia menjadi pelipur lara untuk mereka yang sedang berduka.

Yang tiap hadirnya bisa menjadi sebab bahagia untuk orang yang bahkan tidak ia kenal sebelumnya.

Terima kasih Ya Allah telah mengirimkan pemimpin teladan penuh kebaikan di tengah-tengah kami.

Terima kasih Kang Emil.

Semoga kita semua bisa meneladani hidupmu yang penuh inspirasi.

Think Different

I am not an Apple Fanboy. But I am for Steve Jobs.

Pagi ini, saya membaca tulisan-tulisan lama dan menemukan satu tulisan tribute saya untuk Steve Jobs.

Tulisan tadi membawa saya kembali menjelajahi sejarah Steve Jobs, dan akhirnya bertemu kembali dengan video campagin Think Different yang dirilis tahun 1997.

Campaign Think Different adalah salah satu campaign marketing terbaik dalam sejarah dunia. Saat itu, campaign ini menandakan kembalinya Steve Jobs ke Apple dan mengembalikan core value yang dibawa perusahaan yang didirikannya.

Bukan dengan menceritakan bagaimana Apple berinovasi, atau bagaimana produk yang mereka ciptakan memiliki teknologi yang tinggi.

Tapi dengan memberikan apresiasi pada mereka yang berpikir berbeda, dan mereka yang mengubah dunia.

So I design this pictures. From one of the best poems I’ve ever read.

To always remind us.

That people who crazy enough to change the world

..are the ones who do.

Beberapa komentar dari teman-teman tentang Podcast Subjective Episode 3 – Sosial Media Bikin Kita Gila. Tidak menyangka karena omelan saya tentang sosial media tidak hanya didengarkan, tapi banyak juga diamini dan disetujui.

Keresahan yang saya ceritakan ternyata juga jadi keresahan banyak orang. Tentang sosial media yang menyenangkan, tapi bisa jadi memuakkan. Sosial media yang menghubungkan, tapi bisa juga memisahkan. Sosial media yang harusnya jadi tempat berbagi, bukan malah tempat pamer dan mengemis like, comment, dan subscribe.

Afterall, sosial media adalah alat. Sama seperti pisau, sifat pertamanya adalah netral. Baik buruknya kemudian ditentukan oleh penggunanya.

Dan saya bisa yakinkan, meskipun banyak hal buruk di sosial media yang kita temukan, masih jauh lebih banyak hal baik yang bisa kita manfaatkan.

Di tulisan berikutnya, saya akan coba bagikan beberapa cerita bagaimana kekuatan sosial media menciptakan perubahan bagi banyak orang.

Meanwhile, saya mempelajari satu hukum utama agar tetap nyaman bermain di sosial media: tetaplah jujur dan jadi diri sendiri. Tidak mudah, tapi harus diperjuangkan.

Salam kejujuran!

Tulisan lainnya tentang sosial media: