Sekitar sebulan yang lalu, saya dapat whatsapp dari @fajrinaananda, salah satu teman Tumblr yang waktu itu pernah ikutan Mendadak Meetup di Depok.

Dia menanyakan availibility saya di akhir bulan Februari. Waktu saya tanyakan kenapa, katanya karena ingin ajak saya untuk ngobrol bareng soal Tumblr di acara Social Media Week Jakarta.

“Social Media Week? Really?”

Di whatsapp saya tetap kelihatan sok cool, tapi sebenarnya saya norak luar biasa.

Untuk yang belum tahu, Social Media Week adalah platform dan jejaring konferensi global yang membahas berbagai ide, inovasi, dan cerita tentang sosial media. Singkatnya, selama satu pekan, Social Media Week menawarkan berbagai talks yang mengupas bagaimana sosial media mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berkarya.

Tahun 2016 ini, Social Media Week Jakarta akan berbarengan dengan kota Hamburg, Lagos, dan New York.

Ini akan jadi Meetup yang seru. Kita akan seru-seruan ngobrolin Tumblr sebagai rumah tempat kita berjejaring dan bertukar ide. Kita bakal bahas lebih dalam tentang rumah tempat kita berbagi keresahan dan kanvas tempat kita berkarya.

Catat waktunya: Jumat, 26 Februari 2016 di Senayan City Lt. 8, jam 16.50-18.20 WIB.

Selain saya, akan ada @prawitamutia, Rudy @mamang-nasiuduk dari @tumblr-indonesia, dan 55 orang lain yang sudah terdaftar di sana.

Untuk ikutan, silakan klik http://socialmediaweek.org/jakarta/events/komunitas-tumblr-indonesia-meetup/, klik Register dan daftar dengan isi beberapa info di sana.

It’s free. Ga pake syarat. Ga perlu bawa apa-apa.

Sampai jumpa untuk obrolan hangat dan jabat tangan erat!

image

secondeye:

Tiga minggu terakhir, saya ga posting foto apapun di instagram. Keinginan ada, tapi belakangan tiap kali mau posting, saya bertanya dengan diri sendiri, is this really me? Is this what i really want? Post something just to grab people’s like? Mengatasnamakan sharing padahal pamer dan begging?

I mean, come one, dude. Saya merasa aneh karena makin lama merasa larut dalam kehidupan sosmed yang adiktif, tapi banyak kopongnya. And it’s a lie if i don’t expect for likes or comments. Hidup ini kok ya jadi tergantung dengan pengakuan orang

Apalagi lihat temen yang posting selfie, tp captionnya ttg kebijakan hidup. Bilangnya lagi traveling, tp yang ada di frame foto mukanya doang. Masuk sana check in, makan situ check in. People are busy capturing moments, but rarely having time to enjoy it

Well, I’m not saying that I’m not one of them. I am. That’s why here is the real caption for the photo:

“Hidup ini harus bisa seperti pohon besar, akarnya menghunjam tanah, daunnya menggapai langit. Tariannya melepaskan peluh, dan napasnya memberikan teduh”

#instagramforlife #thatshowyoudoit

Ini adalah foto terakhir yang saya posting di instagram.

Foto dengan tulisan yang berisi keresahan saya tentang dunia sosial media. Tulisan yang diamini banyak orang lewat kolom komentar.

Tulisan singkat tadi adalah autokritik yang membuat saya berpikir kembali, bagaimana sosial media mengubah banyak cara pandang kita melihat dunia yang sebenarnya.

Keresahan ini, saya tumpahkan lebih dalam di episode podcast Subjective yang terbaru. Sudah bisa didengarkan di Soundcloud.com/iqbalhariadi, dan baru akan rilis di Tumblr besok.

Join me, and you will listen to my subjetivity.

Apa Artinya Menjadi Bangsa Indonesia?

Saudaraku bangsa Indonesia,

Hari ini kabar menyedihkan muncul ke permukaan. Sebuah tindakan terorisme kembali terjadi, kali ini di tengah jalan Thamrin. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini para pelaku bahkan baku tembak dengan pihak kepolisian.

Ada sebuah eskalasi. Ada sebuah perlawanan.

Pertanyaan utama di benak banyak orang adalah “Apa yang harus saya lakukan?” Lalu pertanyaan berikutnya bermunculan.

“Siapa?”

“Kenapa?”

“Terkait sidang siapa?”

“Perpanjangan kontrak apa?”

“Benarkah hashtag berpengaruh kepada IHSG & dolar?” (yang ini ternyata terbukti tidak ada dampaknya)

Sejujurnya, banyak di antara pertanyaan tadi tidak akan ditemukan jawabannya dalam waktu dekat. Terpenting & terutama, adalah memastikan anda & keluarga selamat. Atau, kabari mereka bahwa anda selamat. Pasti banyak yang menunggu kabar dengan cemas

Terpenting selanjutnya, adalah bersatu.

Reaksi orang macam macam, tidak semuanya sesuai dengan yang anda harapkan. Tapi, tentu tidak semua orang sama seperti anda. Bersabar & sadarlah bahwa terpenting adalah untuk tidak terpecah. Untuk bersatu. Utk padu dalam membuktikan kepada para pelaku. Bahwa dalam usahanya memecah belah kita, mereka tidak mampu.

Ketiga, bijak dalam menyebarkan informasi. Teroris itu tujuannya bukan hanya untuk membunuh. Tapi untuk menyebarkan rasa takut. Kalau anda menyebarkan kabar yang tidak jelas, tidak bisa dipertanggungjawabkan, juga menyebarkan foto foto yang hanya akan membuat orang takut seperti foto korban yang berdarah darah, sesungguhnya anda memenangkan keinginan teroris itu.

Lagipula, itu tidak perlu. Saya tidak menyebarkan foto berdarah darah karena kalau itu foto Ayah saya, sayapun tidak mau foto itu tersebar. Saya tidak mau dunia melihat Ayah saya seperti itu.

Saudaraku bangsa Indonesia,

Saya tidak ada bersama anda. Tapi semoga anda percaya, bahwa saya yang punya lagu “Kami Tidak Takut” sesungguhnya, takut. Terutama terhadap apa yang bisa terjadi kepada istri dan anak anak saya.

Rasa takut itu wajar.

Rasa takut itu sehat.

Rasa takut itu membuat kita waspada.

Yang kita harus lakukan bersama, secara kolektif, adalah menaklukan takut tersebut. Tidak sendirian. Bergandengan. Anda. Saya. Dia. Mereka. Bersatu. Bersama.

Karena melawan balik itu perlu. Menunjukkan sikap itu perlu. Karena keberanian itu menular. Optimisme tersebar. Dunia menanti apa tindakan kita selanjutnya sebagai bangsa yg merdeka

Mari tunjukkan, apa artinya menjadi Bangsa Indonesia.


Pandji Pragiwaksono di Change.org/kamitidaktakut

Beberapa hari yang lalu saya posting poster teaser untuk sesuatu yang baru di 2016.

Banyak yang menduga saya membuat acara nongkrong. Memang benar.

Tapi ada yang menduga saya membuat acara meetup. Padahal bukan.

Nongkrong adalah salah satu cara paling asik untuk belajar dan berbagi. Sayangnya kita seringkali terhambat masalah tempat dan waktu. Karenanya, saya ingin mengajak teman-teman untuk ikutan nongkrong dan belajar bareng tanpa harus pergi ke mana-mana. Saya ingin mengajak kita semua untuk menggunakan internet lebih dari sekadar hura-hura di sosial media.

Saya ingin mengajak teman-teman untuk Hangout.

Hangout with @beningtirta: Ngobrolin Beasiswa S2 & Budaya Kuliah di Luar Negeri

Untuk Hangout pertama, kita akan nongkrong bareng Bening Tirta, mahasiswa S2 yang sekarang sedang kuliah di University of Manchester. Bening adalah teman yang sampai sekarang pun belum pernah bertemu langsung dan salah satu penulis tumblr yang saya nikmati tulisannya.

Tulisan-tulisan ciamiknya bisa dinikmati di Tumblrnya @beningtirta maupun di beberapa media online, terutama di Selasar.com. Dia juga menginisasi tumblr keren @jurusankuliah, yang berisi cerita-cerita mahasiswa dari seluruh Indonesia tentang kuliah mereka agar anak-anak SMA bisa mendapatkan gambaran jurusan dengan tepat.

Kita akan berdiskusi tentang pengalamannya mendapatkan beasiswa S2 dan perbedaan kultur kuliah di luar negeri. Siapapun bisa join untuk berdiskusi karena kita akan nongkrong bareng di Google Hangout. Ini juga pertama kalinya saya hosting acara menggunakan Google Hangout, jadi untuk kamu yang mau ikutan, ini beberapa petunjuk:

  • Diskusi akan berlangsung hari Rabu, 13 Januari 2016 jam 19.00 WIB.
  • Untuk ikutan diskusi bisa langsung join di Google Hangout, klik bit.ly/diskusihangout1. Sign in dengan akun Google dan klik Yes di panel Are you going to watch.
  • Untuk yang mau nitip pertanyaan seputar Beasiswa S2 dan kuliah di luar negeri bisa klik tombol Q&A dan tuliskan pertanyaan kamu di sana.
  • Kalo mau lebih praktis, kamu juga bisa streaming dan nonton diskusi kita via Youtube. Linknya akan saya lampirkan di bagian akhir postingan ini.
  • Untuk yang mau dapat invitation langsung bisa email saya dengan subject IKUTAN HANGOUT ke iqbalhape@gmail.com. Akan saya kirimkan invitation-nya.

Diskusi ini juga akan secara otomatis direkam dan bisa ditonton ulang di Youtube.

Silahkan reblog untuk simpan link video berikut dan streaming saat waktunya dimulai.

So dimanapun kalian; Manchester, Bekasi, Depok, Semarang, Palu; Let’s Hangout!

tumbloggerkita:

Mark the date! Regist from now! And see you on 1st November 2015

Regist : DWI (DWIFPUTRI / 528092DA / 087882308772)
For more info: ANDHIKAHADIP (LINE) / MOMO 081192233332 (SMS, WA, Line)

KUOTA TERBATAS!

Tumblr Meetup!

Saya masih suka amaze sendiri melihat Tumblr bisa menumbuhkan komunitas penggunanya. Sementara di platform lain orang lain berkumpul karena kesamaan konten (misal: komunitas berkebun di facebook atau komunitas nebengers di twitter), di Tumblr orang berkumpul ya karena Tumblr nya. Karena platform nya.

Rasanya, hanya Tumblr yang bisa punya fenomena semacam ini. Ga ada kan komunitas Path atau Twitter?

Karenanya, meetup juga menjadi bagian yang diurusi secara serius oleh Tumblr untuk menumbuhkan komunitas. Komunitas yang mendaftarkan meetupnya di halaman https://www.tumblr.com/meetups akan dikirimi Meetup Kits gratis oleh Tumblr.

image

Notes, badge, pin, stiker.

Sayangnya Tumblr belum punya kantor di Indonesia.

But that’s fine. Kumpul-kumpulnya pasti tetap seru. Untuk panitia, saya sangat-sangat-sangat menyarankan untuk mendaftarkan meetup ini di halaman https://www.tumblr.com/meetups/organize. Nanti meetupnya akan terdaftar di halaman Tumblr dan anak Tumblr bisa RSVP melalui Tumblr. Tampilannya kurang lebih akan seperti ini. Orang yang sudah login Tumblr dan mau ikut tinggal klik “I’ll be there!” di kanan atas dan otomatis RSVP.

image

Saya akan ikutan juga. Semoga jadi dan tidak ada halangan.

Ah, satu lagi. Bisa nitip panitia buat ini?

image

Sekadar saran. Semoga lancar berjalan.

Yuk ikutan!

Dear Kang @ridwankamil,

Terima kasih telah mengingatkan saya rasanya mendoakan kebaikan untuk pemimpin.

Setiap melihat kang Emil berbicara tentang Bandung, saya selalu mendoakan semoga Allah tak henti-henti mengalirkan kebaikan. Semoga Allah selalu berikan kesehatan dan kekuatan untuk Kang Emil berjuang demi kebaikan. Semoga Allah kuatkan pundak dan hati Kang Emil untuk selalu istiqomah di jalan kejujuran.

Terima kasih sudah menyalakan harapan di Bandung. Karena sinarnya tak hanya terlilhat di sana, tapi juga menjadi lentera yang menyalakan harapan di ratusan kota lainnya di Indonesia.

Terima kasih untuk selalu mengingatkan arti berbahagia.

Terima kasih telah mengajarkan bicara dengan tindakan dan hidup dengan udunan.

Wilujeng tepang taun, kang @ridwankamil. Terima kasih telah memberi tahu rasanya punya pemimpin yang bisa disayangi setulus hati 🙂

Saya capek dengan orang-orang bermental pecundang yang kerjanya hanya menyalahkan.

Presiden goblok, menteri goblok, gubernur goblok, Saiful Jamil goblok. Iya, semua aja goblok.

Pecundang hanya bisa melihat ke belakang. Tindakannya hanya berhenti di mulut sebagai keluhan.

Tapi pemenang melihat ke depan. Melihat masalah sebagai tantangan, lalu berdiri. Hadapi.

Negeri ini sudah kenyang perkataan. Dia haus akan perbuatan.

Indonesia sudah cukup mendapatkan masalah dari pecundang. Saatnya dia menuai solusi dari para pemenang.

Iya ekonomi Indonesia sedang tidak baik, tapi hanya ada 2 jenis manusia di dunia ini: (1) pecundang yang selalu bilang “bisa, tapi susah”, dan (2) pemenang yang selalu bilang “susah, tapi bisa”.

Saya sudah memilih.

Susah, tapi bisa.


Tonton video penjelasan tentang Kenapa Rupiah Melemah dari channel Youtube Kok Bisa?